MARTAPURA - Jemaah membeludak pada puncak acara Haul ke 15 Guru Sekumpul, Minggu malam kemarin. Kompleks Ar Raudah atau Dalam Regol diisi jemaah dari penjuru nusantara. Mereka enggan meninggalkan musala sampai acara selesai dilaksanakan pada pukul 21.00 Wita.

Musala Ar Raudah mulai padat sejak pagi. Nyaris tidak lagi ruang kosong. Ruang belakang musala yang dilengkapi fasilitas tenda raksasa juga sama. Hampir tidak ada ruang gerak. Hanya jemaah yang bertahan sejak Salat subuh mendapat kesempatan dekat dengan Musala Ar Raudah. Posko induk menerapkan kebijakan buka tutup pintu gerbang Dalam Regol sejak siang.

Semua rangkaian haul dipandu oleh Imam Musala Ar Raudah Sekumpul Guru Sa’duddin Salman. Sedangkan sorotan kamera kepada Putra Abah Guru Sekumpul yaitu Muhammad Amin Badali dan H Ahmad Hafi Badali.

Haul akbar dimulai dari Salat Magrib berjemaah. Azan dan iqamah dikumandangkan oleh Habib Abdullah bin Umar Al Habsyi dari Mekkah. Semua rangkaian ibadah dipimpin oleh Guru Sa’duddin Salman. Setelah wirid singkat dan doa bersama, haul dimulai dengan pembacaan simtodurar atau Maulid Al Habsy bergantian. Sedangkan Syair langsung dilantunkan oleh Muhammad Amin Badali.

Jejeran ulama terpandang hadir bersama jutaan jemaah. Dari pantauan Radar Banjarmasin ada Habib Muhammad bin Abdul Qodir Al Habsy Sewun Hadramaut, dua habib Mekkah yaitu Abdullah Al Habsyi dan Ahmad Al Athos. Selain itu Habib Thohir Al Kaff Pekalongan. Syekh El Fatih El Hiber Omer Ahmad asal Sudan mengikuti haul sejak di kubah sampai Musala Ar Raudah. Tuan guru yang tidak pernah ketinggalan adalah KH Abdul Muin.

Asirin, jemaah dari Balikpapan mengaku bangga bisa hadir langsung ke Sekumpul dan mendapat tempat di Musala Ar Raudah. Perjuangan menembus sampai pusat acara sangat sulit. Diperlukan kesabaran dan bersedia berdesak-desakan dengan jemaah lainnya.. Kemudian bertahan sejak subuh sampai magrib demi mendapat tempat strategis."Momen setahun sekali. Kapan lagi bisa ke Sekumpul kalau bukan acara haul," pungkasnya.


Haul Guru Sekumpul Terbesar di Indonesia

Ada pemandangan yang tak biasa di depan Kantor Gerindra Kalsel, di Jalan Ahmad Yani Km 13, Minggu (1/3) pagi. Sandiaga Salahudin Uno membagikan nasi bungkus kepada para jemaah yang melintas menuju Sekumpul.

Kehadiran Sandi menyita perhatian masyarakat. Tak sedikit yang turun dari motor dan meminta berswafoto dengan pria yang mencalonkan diri pada Pilpres 2019 lalu itu. Pagi itu, Sandi akan kembali ke Jakarta, tapi sebelum pulang, ia menyempatkan mampir ke kantor Gerindra.

Kepada wartawan, Sandi mengatakan Haul Guru Sekumpul membangkitkan kedermawanan masyarakat. Dia takjub karena sepanjang jalan tak putus-putusnya posko relawan yang membagikan paket makanan kepada para jamaah yang melintas.

Meskipun ditengah kondisi pertumbuhan perekonomian yang melambat dan di tengah mewabahnya virus Corona tak mempengaruhi orang untuk berbuat baik. Masyarakat juga ingin berbagi rezeki kepada sesama. "Haul ini menjadi haul terbesar di dunia," kata Sandi.

Menurut Sandi, haul Guru Sekumpul dapat menjadi wisata religi. Tahun lalu, ketika mengikuti haul ke 14, jumlah jemaahnya tidak sebanyak sekarang.

Kali ini lebih banyak lagi, namun tetap tertata rapi. Dampak positifnya, mampu menggerakkan perekonomiam masyarakat. Terlihat, ramai pedagang menjual berbagai pernak pernik acara haul. "Haul Guru Sekumpul ini ke depan mampu menjadi magnet wisatawan Nusantara serta wisatawan mancanegara," harapnya.

Posko relawan di Kantor DPD Gerindra Kalsel tersebut sudah dibuka selama dua hari. Sabtu dan Minggu sampai puncak acara haul. Sebanyak 8.000 nasi bungkus habis dibagikan kepada para jemaah. Posko ini juga menyiapkan tempat istirahat bagi jamaah yang ingin melepas lelah sejenak.(mam/gmp/ran/ema)