MARTAPURA-Sehari setelah puncak haul ke-15 Guru sekumpul,kawasan sekumpul masih ditutup.Di persimpangan jalan dipasang road barrier dan traffic cone.Hanya kendaraan yang keluar dari sekumpul yang mendapat izin melintas.Pengalihan jalan masih berlaku sampai seluruh Jemaah pulang.

Kompleks Ar Raudah sekumpul terus dipadati Jemaah dari berbagai daerah,Jemaah  yang memperpanjang waktu menginap di martapura berusaha berziarah sebelum pulang kerumah masing-masing.

        Kantong-kantong masih terisi kendaraan Jemaah dari luar daerah.Sejak dini hari,baru berkurang sekitar 60 persen.Pada 2020 ini,Jemaah menerapkan tiga pola perjalanan pulang.Setelah acara langsung pulang,sehabis sholat subuh,dan trakhir usai sholat asar atau magrib.Pola jeda membuat arus lalu lintas cepat terurai.Kemacetan singkat hanya terjadi di arus terluar dari martapura,seperti Astambul-martapura-parongan.

        Radar Banjarmasin memantau arus lalu lintas di simpang 4 sungai tabuk,jalan lingkar utara.Kendaraan Jemaah lebih lancar .Ribuan Jemaah menuju Banjarmasin memacu lalu kendaraanya dengan normal.Tidak ada kemacetan setelah melalui simpang 4 sungai tabuk.

        Sementara itu,para Jemaah yang melintas jalan ray 5 jejangkit batola mulai ramai pada pukul 23.00 wita.Mereka akan pulang ke Kapuas dan palangkaraya.Para Jemaah banyak kebingungan begitu tiba di bundaran jembatan rumpiang.Bahkan tidak sedikit yang kesasar.

        “Merka mengira perempatan marabahan itu,perempatan serapat.Makanya sampai tersesat ke marabahan,baru sadar,”ujar Atak salah satu relawan Haul Guru Sekumpul ke-15 di Bundaran Jmebatan rumpiang.

          Selain itu,ada beberapa Jemaah yang mengaku baru pertama kali melintas jalan marabahan ini,mereka mengaku pulang melalui marabahan dikarenakan arahan dari panitia sekumpul. “Tahun lalu kami mutar ke pelampayan dan melalui jalan raya ,”ujar H Ibat dari Barabai.

         Di hulu sungai,arus balik Jemaah senin (2/3) siang terpantau ramai lancar.Pengendara yang merasa lelah,tidak jarang mampir sebentar untuk beristirahat di rest area yang disediakan para relawan masyarakat.

         Di wialayah kabupaten hulu sungai utara (HSU) lalu lintas juga terpantau ramai.Tak ada lonjakan berarti.

          Kapolres AKBP Pipit Subiyanto SIK melalui kasat lantas polres HSU AKP sabilal mengatakan dari hasil pemantauan pihaknya arus balik Jemaah guru sekumpul  ke-15 bahkan relative sepi.

          Di tapin,Dinas perhubungan tapin menyetop angkutan besar  yang melanggar larangan beroprasi. “Mereka yang bandel kami arahkan untuk memarkir ditempat yang sudah disediakan sampai batas waktu yang sudah disediakan sampai batas waktu yang sudah di atur,” ungkap pelaksana lalu lintas dinas perhubungan tapin,Mustafa,Senin (2/3).

          Lanjut Mustafa,alasan yang dilontarkan supir angkutan besar tersebut karena tidak mengetahui dengan aturan tersebut.

          “Total ada empat angkutan besar yang sudah kita amankan,”bebernya.

           Arah ketanah laut,Tanah bumbu dan Kota baru pun terdeteksi lancar.Memang ada kemacetan di wilayah perbatasan Desa Pulau Sari kecamatan Tambang Ulang dan Desa Benua Raya kecamatan bati-bati,karena diakibatkan banyak Jemaah haul yang menyempatkan berehenti di rest area yang berada di lokasi tersebut.

           Rony,warga pelaihari menyebutkan jalur pasca kepulangan kondusif. “ Kalau ada macet siang hari hari,ada rest area milik warga yang dibuka khusus Jemaah haul,” ungkapnya. (mam/bar/shn/dly/mar/ard/ran/ema)