BANJARBARU - Dari tujuh daerah pelaksana Pilkada 2020 di Kalsel, tiga diantaranya masih bersengketa di Mahkamah Konstitusi (MK). Sisanya meski sudah menang namun belum ada kepastian pelantikan.

Tiga daerah yang masih bersengketa hasil di MK yakni, Banjarmasin, Banjar, dan Kotabaru. Sementara, Kota Banjarbaru, Hulu Sungai Tengah, Balangan, Tanah Bumbu sudah ditetapkan pemenangnya.

Terkait kapan pelantikan kepala daerah terpilih, Kepala Bagian Otonomi Daerah Biro Pemerintahan Setdaprov Kalsel, Wira Yudha Perdana mengatakan, pihaknya masih menunggu kabar dari Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri). "Jadi belum tahu kapan dilaksanakan," katanya.

Padahal masa jabatan tujuh kepala daerah yang melaksanakan Pilkada 2020 akan berakhir pada 17 Februari mendatang. Itu artinya, daerah yang tak bersengketa, kepala daerah terpilihnya harusnya dilantik pada tanggal itu. “Kami juga masih menunggu kabar dari Kemendagri. Apakah yang bersengketa bisa dilantik,” ujar Wira.

Lanjutnya, pihaknya juga masih belum mendapat informasi siapa nantinya yang akan melantik kepala daerah terpilih. Karena jabatan Gubernur dan Wakil Gubernur Kalsel akan berakhir pada 12 Februari mendatang.

Sementara itu, syarat administrasi pelantikan Aditya Mufti Ariffin – Wartono sebagai Wali Kota dan Wakil Wali Kota Banjarbaru terpilih periode 2021-2024 sudah lengkap. Kini tinggal menunggu kapan proses pelantikannya.

Kabag Tata Pemerintahan Pemko Banjarbaru, Bambang Supriyanto memaparkan, kelengkapan admistrasi perpindahan pejabat wali kota yang lama ke wali kota baru sudah berproses sesuai prosedur.

“Kami sudah menerima surat dari DPRD Kota Banjarbaru terkait keputusan KPU Kota Banjarbaru. Setelah itu kami langsung meneruskan prosesnya ke Biro Pemerintahan Setdaprov Kalsel,” ujarnya.

Dia menambahkan, Biro Pemerintahan Setdaprov Kalsel juga sudah mengirimkan seluruh berkas ke Kemendagri.

Sampai dimana prosesnya? Bambang mengatakan sejauh ini belum ada jawaban kapan proses pelantikan pasangan Aditya – Wartono sebagai Wali Kota dan Wakil Wali Kota Banjarbaru dilaksanakan.

Wakil Wali Kota Banjarbaru terpilih Wartono juga mengaku belum tahu kapan mereka dilantik. "Seharusnya tanggal 17 Februari. Tapi sampai saat ini belum jelas," paparnya.

Disampaikan, padahal ada banyak hal yang akan mereka selesaikan ketika resmi menjadi kepala daerah di Banjarbaru. "Banyak yang harus diselesaikan. Termasuk inventarisasi masalah banjir, Covid, sosial, pendidikan kesehatan, kesejahteraan dan lain-lain," ucapnya. (ris/ran/ema)