PROKAL.CO,

BANJARMASIN - Partisipasi pemilih di pemungutan suara ulang (PSU) Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Kalsel 9 Juni mendatang, menjadi tantangan. Berkaca dari hasil pemungutan suara 9 Desember 2020 lalu, angka partisipasi pemilih hanya 66,67 persen.

Bagaimana dengan PSU nanti? Komisioner KPU Kalsel, Koordinator Divisi Sosialisasi, Pendidikan Pemilih, Sosialisasi dan Partisipasi Masyarakat, Edy Ariansyah meyakini pemilih di daerah yang menggelar PSU akan datang untuk menyalurkan suara. “Tentu ini harapan kami. Kami optimis angka partisipasi pemilih akan tinggi,” ucapnya.

Dia sangat berharap, masyarakat yang memiliki hak pilih berdasarkan DPT, DPTb dan DPPh pada pemungutan suara tahun lalu yang tercakup dalam wilayah PSU, berpartisipasi menggunakan hak pilih secara demokratis sesuai asas langsung, umum, bebas, rahasia serta jujur dan adil. “Ini tantangan kami. Masyarakat atau pemilih kami harapkan menggunakan hak pilihnya kembali,” tutur Edy.

Seperti diketahui, PSU 9 Juni mendatang terdapat 827 TPS yang tersebar di 7 kecamatan. Tujuh kecamatan itu adalah Kecamatan Banjarmasin Selatan (Kota Banjarmasin), Kecamatan Sambung Makmur, Kecamatan Aluh-Aluh, Kecamatan Martapura, Kecamatan Mataraman, dan Kecamatan Astambul (Kabupaten Banjar) dan Kecamatan Binuang Kabupaten Tapin. Khusus di Binuang, hanya ada 24 TPS. Paling banyak ada di Kabupaten Banjar sebanyak 502 TPS, disusul Kota Banjarmasin (Banjarmasin Selatan) sebanyak 301 TPS.

Sebagai gambaran, partisipasi pemilih di Banjarmasin Selatan pada pemungutan suara Pilgub Kalsel sebelumnya, hanya sebesar 57,25 persen dari jumlah DPT 107.782 dan DPTb sebanyak 753 pemilih. “Besok kami mulai running melakukan sosialisasi,” janjinya.

Pandemi Covid-19 tentu menjadi tantangan lain KPU. Pada pemungutan suara sebelumnya banyak yang takut tertular dan tak sedikit pemilih yang enggan keluar rumah. “Ini salah satu faktor. Makanya kami terus sosialisasikan penerapan protokol kesehatan ketat saat pemungutan suara agar pemilih tak takut berhadir,” tambahnya.