PROKAL.CO,

BANJARBARU - Meski kegiatan masyarakat dibatasi selama pandemi Covid-19, namun produksi sampah di Banua ternyata meningkat dibandingkan hari-hari sebelum virus corona mewabah.

Dinas Lingkungan Hidup (LH) Kalimantan Selatan mencatat, sepanjang pagebluk Covid-19 produksi sampah skala rumah tangga bertambah sekitar 16 persen.

"Untuk sampah rumah tangga sebelum pandemi rata-rata 1.750 ton per hari. Sedangkan saat pandemi 2.050 ton per hari se-Kalsel," kata Kepala Dinas LH Kalsel, Hanifah Dwi Nirwana, (6/4).

Dia mengungkapkan, sampah meningkat karena ada tambahan jenis limbah. Seperti masker, kemasan makanan dan sampah lainnya. "Khususnya berkenaan sampah medis yang dihasilkan dari penderita Covid-19, petugas kesehatan, maupun masyarakat," ungkapnya.

Dalam pengelolaan persampahan sendiri kata Hanifah, pemerintah mengacu UU nomor 18 tahun 2008 tentang Pengelolaan Sampah dan Kebijakan serta Strategi Daerah Pengelolaan Sampah Rumah Tangga dan Sampah Sejenis Sampah Rumah Tangga Provinsi Kalimantan Selatan (Jakstrada) dan Peraturan Gubernur Nomor 30 Tahun 2018.

"Adanya regulasi Jakstrada tersebut, kabupaten/kota dapat mengelola persampahan sebesar 100 persen hingga 2025 nanti. Yang terbagi dari penanganan sampah dan pengurangan sampah skala rumah tangga," paparnya.