PROKAL.CO,

BANJARMASIN - Pemko mendeteksi wajib pajak nakal dari kalangan restoran dan rumah makan. Modusnya, mengakali tapping box.

Itu aplikasi dan perangkat yang direkomendasikan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) untuk mencegah kebocoran PAD. Terkoneksi langsung Badan Keuangan Daerah agar memudahkan pemantauan.

Bagaimana modusnya? Kepala Bakeuda Banjarmasin, Subhan Noor Yaumil menceritakan, secara sederhana dengan memanipulasi data transaksi.

Tekniknya, memasukkan data secara berselang-seling. Ke mesin kasir yang terhubung ke tapping box dan mesin kasir lain yang tak terhubung ke tapping box.

Bahkan, dari pantauan petugas di lapangan, adapula yang berani mematikannya. "Ada yang statusnya offline. Kami minta para pengusaha agar selalu memakai sistem yang sudah diberikan," tekannya.

Ironisnya, jumlah wajib pajak nakal itu tak hanya satu atau dua. "Ada sekitar 36 rumah makan yang tapping box-nya tidak aktif. Atau, kadang-kadang saja dipakai," sebutnya.