PROKAL.CO,

BANJARBARU - Setelah terpuruk pada 2020 lantaran pandemi Covid-19, hingga kini bisnis perhotelan di Banua masih sulit bangkit. Okupansi pun tetap jauh dari normal.

Badan Pusat Statistik (BPS) Kalsel merilis, tingkat Penghunian Kamar (TPK) hotel berbintang pada Februari 2021 hanya 38,01 persen. Angka ini turun 5,29 poin dibandingkan Januari 2021 yang saat itu 43,30 persen.

Apabila dibandingkan dengan TPK pada periode yang sama tahun sebelumnya: Februari 2020, juga terjadi penurunan. Yakni, sebesar 10,34 poin. Dari 48,35 persen menjadi 38,01 persen.

Kepala BPS Kalsel, Moh Edy Mahmud mengatakan berdasarkan klasifikasinya, pada Februari 2021, TPK tertinggi dicapai oleh kelompok hotel bintang 3: sebesar 44,07 persen. "Sedangkan TPK terendah terjadi pada hotel bintang 1 sebesar 13,60 persen," katanya.

Jika dibandingkan bulan sebelumnya, dia mengungkapkan, klasifikasi hotel bintang 3 mengalami penurunan sebesar 3,25 poin. "Sedangkan klasifikasi hotel bintang 4 turun sebesar 4,53 poin, klasifikasi hotel bintang 1 turun 5,50 poin, dan klasifikasi bintang 2 turun 17,27 poin," ungkapnya.

Sementara untuk rata-rata lama menginap (RTLM) tamu asing dan dalam negeri pada Februari 2021 sebesar 1,44 malam. Mengalami penurunan 0,18 malam jika dibandingkan Januari 2021.