PROKAL.CO,

BANJARMASIN - Para kafilah asal Kabupaten Tanah Laut harus berbesar hati. Mereka tak bisa mengikuti Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) ke-33 tingkat provinsi di Kabupaten Tanah Bumbu, setelah Lembaga Pendidikan Tilawatil Quran (LPTQ) Kabupaten Tanah Laut menarik kepesertaan di ajang tersebut.

Dasar pengunduran diri dari kepesertaan adalah tudingan terdapat 17 nama-nama peserta yang berasal dari dua Kabupaten/Kota yaitu Kabupaten Banjar dan Kota Banjarmasin yang usianya melebihi batas yang sudah ditetapkan.

Menanggapi hal ini, Sekretaris 1 LPTQ Kalsel, Ahmad Bugdadi punya argumen lain. Dia bercerita, soal kelebihan batas usia peserta yang berasal dari Kota Banjarmasin dan Kabupaten Banjar tersebut sejak awal sudah diberi dispensasi lantaran menggelar MTQ daerah digelar lebih dulu, yakni sebelum pandemi tepatnya awal tahun 2020 lalu.

Sehingga terangnya, ketika dilaksanakan di tingkat provinsi, usia mereka pun melebihi batas. Berbeda dengan daerah lain yang menggelar MTQ tingkat daerah pada tahun 2021. “Kami LPTQ Kalsel memberikan dispensasi. Seharusnya kan MTQ Kalsel digelar tahun 2020 yang harus ditunda karena pandemi,” ujarnya kemarin.

Bugdadi menambahkan, persoalan kelebihan batas usia ini pernah juga terjadi saat MTQ nasional di tahun 2018 lalu di Medan. Saat itu kafilah Kalsel ada juga yang melebihi batas usia. “Saat itu MTQ harusnya digelar bulan Juni, karena ketika itu ada Pilkada, maka digeser ke bulan Oktober. Dua kafilah asal Kalsel usianya lewat, dan setelah minta dispensasi usia ke LPTQ pusat dikabulkan,” terangnya.

Dia menyebut, kelebihan usia yang tak terpaut jauh kafilah asal Kabupaten Banjar ada 14 orang. Sementera untuk kafilah asal Banjarmasin sebanyak 9 orang. “Pertimbangan kami memberikan dispensasi karena dua daerah ini sempat menggelar MTQ sebelum pandemi. Kondisi pandemi ini kan tidak kita inginkan juga,” imbuhnya.