PROKAL.CO,

BANJARMASIN - Pasca kericuhan di salah satu tempat ibadah di Banjarmasin beberapa waktu lalu, tensi politik Pilgub Kalsel tak menurun. Laporan demi laporan yang melibatkan kandidat datang, baik ke aparat Kepolisian maupun ke Bawaslu Kalsel.

Contohnya kemarin pagi, calon Gubernur Kalsel Denny Indrayana melaporkan dugaan pelanggaran Undang-undang ITE serta bermuatan SARA ke Ditreskrimsus Polda Kalsel. Laporan yang dia buat buntut beredarnya video pendek berdurasi tiga detik yang sempat beredar di media sosial.

Video yang dipersoalkan Denny adalah berisi penolakan zakat fitrah. Dia menegaskan, bahwa video tersebut sengaja dimanipulasi dan diedit oleh seseorang dan kemudian disebarluaskan di medsos. Diceritakannya, video yang sebenarnya dia buat pada 27 Maret lalu.

Dalam video disampaikannya, dia menjelaskan prinsip anti politik uang. Namun yang ditemukannya malah terjadi editing. “Video saya itu dengan sengaja diedit yang seolah-olah saya menolak zakat fitrah,” ujarnya.

Dia mengaku sangat keberatan terkait video tersebut. Bahkan perbuatan tersebut terangnya sudah kelewat batas dan telah melanggar norma-norma, serta undangan-undang yang berlaku. “Menurut saya sudah melanggar batas-batas. Silakan melakukan kampanye tapi tidak kampanye hitam, fitnah, dan bersinggungan dengan isu SARA. Ini kan terkait agama. Bukan main-main,” ucapnya.

Secara blak-blakan dia menyebut, yang dilaporkannya adalah Rikval Fachruri. Yang bersangkutan diduga menyebarkan video tersebut ke media sosial. “Kami mendapat bukti-bukti digital bahwa yang bersangkutan men-share berita ini melalui smartphone dia ke media sosial. Karena itulah saya laporkan. Ini sebagai pembelajaran kepada semua untuk melakukan politik dalam batas-batas yang tidak melanggar hukum dan aturan,” ujarnya.