PROKAL.CO,

BARABAI- Para tetangga tak ada yang menduga jika Sahraji (28) tega menghabisi nyawa orang. Di tangan pria yang diduga mengidap gangguan jiwa itu, seorang kakek berusia 82 tahun dan seorang bocah berusia 3 tahun tewas. Dia juga melukai seorang petani secara brutal.

Dalam kesehariannya Sahraji dikenal warga sebagai sosok yang baik. Memang pada tahun 2017 silam Sahraji sempat dirawat di poli kejiwaan Pembalah Batung Amuntai selama tiga hari. Namun setelah itu dipulangkan dan menjalani rawat jalan.

"Saya yang dulu mengantarkan Sahraji ke rumah sakit. Saya juga yang menunggu dia, jadi setelah keluar RS, Sahraji harus rutin minum obat dari dokter. Tapi sejak awal 2020 sepertinya obat itu sudah tidak diminum lagi," kata mantan Pembakal Desa Sungai Jaranaih Khairunisa.

Pembakal Nisa (sapaan akrabnya) tidak mengetahui persis kenapa Sahraji berhenti mengkonsumsi obat. Sebab setelah dipulangkan dari rumah sakit dia tidak terlalu memantau. "Jadi gejalanya tahun 2017 itu Sahraji sering ngomong sendiri makanya kita bawa ke RS poli jiwa di Amuntai," bebernya.

Setelah keluar dari rumah sakit pun Sahraji tidak mengeluarkan gejala yang aneh. Dalam kesehariannya layaknya warga biasa. Bahkan dia bekerja sebagai buruh tani dan memiliki usaha kecil penggilingan tepung beras di rumahnya. "Dia gak pernah mengamuk selama ini. Kami juga kaget dia bisa senekat itu," lanjut pembakal.

Bahkan Sahraji diketahui sering ikut majelis taklim ceramah agama islam di desanya yakni Desa Sungai Jaranih RT 3 Kecamatan Labuan Amas Selatan setiap malam Jumat. "Tidak pernah tidak hadir," tegas Nisa yang juga sering ikut majelis bersama Sahraji.