MARTAPURA – Kompleks Ar Raudah Sekumpul masih ditutup. Sejak ditutup pada 23 Maret 2020 lalu masih belum ada tanda-tanda kubah Guru Sekumpul dibuka untuk peziarah.

Kompleks yang dikenal sebagai Dalam Regol ini terdiri dari rumah peninggalan Guru Sekumpul, Musala Ar Raudah, dan Kubah makam. Sejak setahun lalu, situs ini direhab untuk perbaikan.

Saat ini perbaikan memasuki tahap akhir. Para pekerja masih menyatukan serpihan pernak-pernik di seluruh bagian kubah. Proses pembangunan ulang kubah setinggi 7 meter itu langsung di bawah kendali ahli waris. Sehingga, hanya orang-orang pilihan yang diizinkan masuk.

Proses akhir renovasi kubah kabarnya berisi ornamen yang sangat artistik dengan material pilihan. Arsiteknya juga khusus demikian juga para pekerja, langsung ditunjuk oleh ahli waris Abah Guru Sekumpul.

Kendati ditutup sejak satau tahun lalu, semangat peziarah yang datang ke Sekumpul tak surut oleh pandemi covid-19. Sejak kegiatan sosial lebih longgar, Jemaah diam-diam mulai datang berziarah. Duduk dan berdoa di luar tembok kubah. Jemaah luar kota biasa mengalir dari Jalan Guntung Alaban Sekumpul.

“Setahu saya, kegiatan keagamaan di Musala Ar Raudah Sekumpul masih berjalan namun, hanya dihadiri oleh orang kompleks dan sangat terbatas,” kata Rahman, warga sekitar.

Ia mencontohkan seperti malam nisfu saban, musala tetap menggelar acara keagamaan dan dimpimpin oleh Imam Musala yaitu Guru Sa’duddin. Yang hadir kurang 20 orang. Jemaah hanya bisa mengakses kegiatan melalui youtube. “Kalau azan tetap pakai pengeras suara normal. Selebihnya pakai sound system dalam musala saja lagi,” tuturnya lagi.

Abdurrahman Salin, tokoh sekumpul dari Gang Hijrah mengatakan belum tahu pasti kapan ziarah bakal dibuka lagi. Ia meminta Jemaah bersabar dan menunggu kabar dari rilis resmi. (mam/ran/ema)