Masyarakat Banjarmasin masih membutuhkan relawan BPK (Barisan Pemadam Kebakaran). Tapi demi kebaikan bersama, mereka harus berbenah.

---

BANJARMASIN - Pemko Banjarmasin bertemu perwakilan puluhan BPK, kemarin (20/5) di kantor Kecamatan Banjarmasin Timur.

Pertemuan perdana ini melibatkan BPK di wilayah kecamatan tersebut. Lebih-lebih para sopir armada BPK diminta hadir.

Mereka diedukasi tentang Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Perda Nomor 13 Tahun 2008 tentang Pencegahan dan Penanggulangan Bahaya Kebakaran.

Plt Kepala Dinas Satpol PP dan Damkar Banjarmasin, Ahmad Muzaiyin menegaskan, insiden akhir-akhir ini harus dijadikan momentum untuk BPK berbenah.

"Perda itu kami buka kembali. Mencegah peristiwa yang tak diinginkan terulang. Tapi kami juga mendengarkan masukan relawan," ujarnya.

Dalam perda itu, diatur wilayah pemadaman. Batasannya adalah Sungai Martapura yang membelah kota. Jika musibah terjadi di Kecamatan Banjarmasin Barat atau Utara, maka BPK (Barisan Pemadam Kebakaran) di wilayah itu yang menanganinya. Sama halnya bila terjadi di seberang sungai, Timur dan Selatan, cukup dihadapi BPK terdekat.

Muzaiyin tak memungkiri, perda itu tak menyebutkan sanksi bagi pelanggar. Tapi bukan berarti boleh diabaikan. "Kami menghargai semangat relawan yang luar biasa. Semangat ini harus dijaga. Tapi ada aturan yang harus disampaikan lebih jauh," tekannya.

Sebagai timbal balik, dinasnya mengupayakan pembinaan rutin. Terakhir, Muzaiyin menekankan, tak ada aturan yang membolehkan BPK membawa-bawa remaja dan anak kecil untuk membantu pemadaman.

Senada dengan Plh Sekdako Banjarmasin, Mukhyar. Seusai penyamaan persepsi ini, ia berharap, tak perlu ada musibah tambahan selain musibah kebakaran.

Contoh, bertabrakan dengan pengendara atau pejalan kaki karena memacu kecepatan tinggi saat menuju lokasi kebakaran.

"Karena sudah diingatkan, mudah-mudahan bisa memahami. Relawan juga pasti tidak ingin. Pergi memadamkan api, malah tertimpa masalah lain di jalan. Kami yakin mereka bisa menaati aturan," tutupnya.

Mukhyar menjanjikan, pertemuan di empat kecamatan lainnya menyusul.

Respons dari pihak relawan terbilang positif. Ketua Barisan Relawan Kebakaran (Balakar) 654 Banjarmasin, Faisal Hariyadi menyambut upaya pemko.

"Kami juga mewanti-wanti relawan untuk lebih berhati-hati di jalan. Jangan sampai niatnya menolong orang lain, eh malah menjadi pihak yang ditolong," kata Faisal yang juga anggota DPRD Banjarmasin dari Fraksi PAN itu.

Ia tak menampik, banyak aturan yang dilanggar relawan. "Sehingga risiko kecelakaan di jalan raya menjadi lebih besar," tambahnya.

Perihal keberadaan anak kecil sebagai relawan BPK, dia berjanji akan membicarakannya dengan para anggota.

Di Banjarmasin, hampir setiap jalan dan kompleks memiliki posko BPK. Sekalipun baru sebagian BPK yang terbilang mapan. Segi armada, posko, peralatan pemadaman dan perlindungan diri, hingga keterampilan relawan di lapangan.

Fenomena menjamurnya pendirian BPK ini, menurut Faisal, lantaran masyarakat kurang percaya dengan BPK milik pemerintah.

Mengacu data Dinas Satpol PP dan Damkar Banjarmasin, ada 277 BPK di kota ini. Jumlahnya sudah berkurang, dulu pernah tembus 500-an.

Tapi itu sekadar terdata. Perkara apakah sudah dibina pemko dan layak beroperasi, itu lain cerita. 

Armada dan SIM Bakal Dicek

Dalam waktu dekat, Satlantas Polresta Banjarmasin akan mengecek kelayakan armada BPK.

Kasat Lantas Kompol Gustaf Adolf Mamuaya mengatakan, pengecekan akan bekerja sama dengan Dinas Perhubungan Banjarmasin.

"Sesegeranya," tegasnya, kemarin (20/5). "Kami akan datangi markas BPK satu-satu," tambahnya.

Bukan hanya kondisi kendaraan, SIM (Surat Izin Mengemudi) para sopir BPK juga akan dicek.

Menurut Gustaf, pengecekan ini takkan mengejutkan kawan-kawan BPK. Karena sebelum pertemuan di kantor Kecamatan Banjarmasin Timur, sosialisasi dengan perwakilan BPK sudah digelar.

Intinya, sama seperti pengguna jalan lainnya, mereka juga harus mematuhi aturan berlalu lintas. Tidak akan ada pengecualian.

"Mereka mengaku sudah berupaya tertib. Tapi perlu saya ingatkan, tetap perlu menghargai orang lain di jalan," pintanya.

Soal remaja dan anak kecil yang terkadang ikut-ikutan di mobil BPK, Gustaf berjanji akan menindaklanjutinya. "Tentu persoalan ini tak bisa tuntas dalam waktu singkat. Intinya, sudah ada langkah untuk berbenah," tutupnya. (war/fud/ema)