PROKAL.CO,

Upah kerja mengupas bawang terlalu kecil, hingga para perempuan ini nekat mengemis. Miris, keduanya sama-sama menggendong anak. Alasannya, jika ditinggal di rumah tak ada yang menjaga.

-- Penulis: WAHYU RAMADHAN, Banjarmasin --

Matahari sedang terik-teriknya Selasa (1/6) siang. Di perempatan Jalan S Parman, dua perempuan berjalan tertatih-tatih. Mengarahkan gelas plastik, mengharapkan recehan dari para pengguna jalan.

Kedua perempuan itu baru berhenti mengemis apabila lampu merah berganti hijau. Mereka menepi agar tak terserempet kendaraan yang sesekali melaju dengan kecepatan tinggi.

Kesamaan dari kedua perempuan itu, mengemis sambil menggendong bocah. Ada yang merasa iba, ada pula yang melihatnya dengan geregetan.

Kepada Radar Banjarmasin, Desi Selpia mengaku tak punya pilihan lain selain mengemis. "Saya sudah tidak bersuami lagi. Saya harus menghidupi anak-anak. Turun dari rumah siang hari, baru pulang sore hari," ujarnya.