PROKAL.CO,

BANJARMASIN - Sejak Mahkamah Konstitusi (MK) memutuskan pemungutan suara ulang (PSU) Pilgub Kalsel, situasi perpolitikan di Kalsel cukup panas. Beberapa peristiwa perselisihan antar kubu 01 dan 02 pun terjadi. Bahkan diantaranya berproses di kepolisian.

Panasnya suasana politik tersebut sudah dibaca oleh Kapolresta Banjarmasin Kombes Pol Rachmat Hendrawan. Ia lebih dulu melakukan antisipasi dengan menambah kekuatan personel untuk pengamanan pelaksanaan pemungutan ulang pada 9 Juni 2021.

"Khusus Polresta Banjarmasin, dari semula 500 tambah BKO Polda dan batalyon totalnya 800 personel," kata Hendra setelah memantau TPS 7 di Jalan Raya Banjar Indah Permai I, Pemurus Dalam, Banjarmasin Selatan.

Jumlah tersebut bukan hanya bertugas menjaga di seluruh TPS di Kecamatan Banjarmasin Selatan saja, tapi juga ada yang patroli. Sebagai seorang anggota polisi, sudah seharusnya dapat memberikan rasa aman kepada masyarakat, apalagi pada saat pelaksanaan pemungutan suara ulang.

"Karena keamanan itu mahal harganya, lebih mahal lagi kalau tidak aman," pungkas Hendra. (gmp)