PROKAL.CO,

BANJARBARU - Pelaksanaan pembelajaran tatap muka (PTM) tingkat SMA dan SMK di Kalsel hingga kini belum ada kepastian. Sebab, Pemprov Kalsel masih mendata sekolah-sekolah yang layak melaksanakannya.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kalsel, M Yusuf Effendi menyampaikan, dari 354 SMA/SMK dan SLB sudah ada 200 sekolah yang menyerahkan laporan kesiapan melaksanakan PTM. "Jadi 60 persen sekolah yang sudah melapor," katanya kepada Radar Banjarmasin.

Dia mengungkapkan, awalnya cuma 78 sekolah yang melaporkan kesiapan PTM. Namun setelah pihaknya mengimbau, satuan pendidikan tidak diperkenankan melaksanakan PTM apabila tidak menyerahkan laporan, semakin banyak sekolah yang menyampaikan kesiapan. "Dari 78 sekolah, berkembang jadi 100. Lalu sekarang sudah 200 sekolah," ungkapnya.

Disampaikannya, bahan laporan yang diserahkan satuan pendidikan berisikan tentang syarat-syarat pelaksanaan PTM. "Seperti persetujuan orang tua, kesiapan protokol kesehatan dan keterangan dari Satgas Covid-19 mengenai posisi sekolah berada dalam zona apa," tuturnya.

Saat ini kata Yusuf, pihaknya masih menunggu laporan dari sekolah lainnya. Selanjutnya, mereka akan membahas satu per satu sekolah yang layak melaksanakan PTM. "Kami bahas dulu di internal dinas. Kemudian dibahas lebih lanjut dengan melibatkan dinas terkait lainnya, termasuk PGRI dan Satgas Covid-19," paparnya.

Setelah sudah menentukan sekolah mana saja yang layak melaksanakan PTM, selanjutnya dilakukan simulasi belajar tatap muka di masing-masing sekolah. "Kalau dalam simulasi memang memenuhi syarat, baru kami meminta persetujuan pelaksanaan PTM ke gubernur. Jadi, tergantung gubernur setuju atau tidak," beber Yusuf.