BANJARMASIN - Pelaksanaan pleno rekapitulasi hasil Pemungutan Suara Ulang (PSU) Pilgub Kalsel tingkat provinsi digeber di G-Sign Hotel Banjarmasin, siang ini. Bagi yang tak berkepentingan, sebaiknya tak perlu datang. Aparat keamanan akan tegas mengusir bagi mereka yang tak diundang ke tempat acara.

“Kami pastikan bagi yang tak membawa undangan, tak bisa ke dalam ruangan acara. Semua akan diperiksa,” tegas Karo Ops Polda Kalsel, Kombes Pol. Moch Noor Subchan.

Dia juga berpesan, baik relawan, simpatisan dan para pendukung, untuk tak datang ke tempat acara yang dampaknya akan terjadi kerumunan massa. Pengetatan ini sebutnya juga sebagai penerapan protokol kesehatan untuk menghindari penularan Covid-19. “Kami imbau tak ada pengerahan massa. Kami akan tegas melakukan tindakan jika terjadi kerumunan,” janjinya.

Diungkapkannya, jumlah personel Kepolisian yang akan mengawal pleno rekapitulasi hasil PSU hari ini, sebanyak 122 orang. Tak hanya dari aparat Kepolisian, pengamanan juga akan melibatkan TNI yang jumlahnya 50 orang. “Pengamanan tak hanya di luar, tapi juga di tempat acara,” terang Subchan.

Di sisi lain, Komisioner KPU Kalsel Divisi Teknis dan Penyelenggara, Hatmiati menerangkan, undangan yang disebar pihaknya terbatas bagi yang berkepentingan. Diantaranya, Pj Gubernur Kalsel, Ketua DPRD Kalsel, Kapolda Kalsel, Danrem 101/Antasari, Kepala Kejaksaan Tinggi Kalsel, Ketua Pengadilan Tinggi Banjarmasin, hingga Kabinda Kalsel.

Sementara, untuk pasangan calon dan saksinya hanya diberi empat undangan. Dua untuk pasangan calon, dan sisanya untuk saksi pleno rekapitulasi. “Di dalam ruangan sangat terbatas. Tak ada undangan untuk tim paslon, selain dua orang saksi,” terang Hatmi.

Untuk memastikan penerapan protokol kesehatan saat pleno rekapitulasi berlangsung, pihaknya juga mengundang Ketua Gugus Tugas Covid-19 Kalsel dan Kepala Dinas Kesehatan Kalsel. “Kami juga mengimbau agar para relawan maupun simpatisan tak perlu berbondong datang, karena akan ada pemeriksaan di tempat acara,” pesannya.

Digelarnya pleno rekapitulasi tingkat provinsi hari ini, usai tuntasnya rekapitulasi di tiga kabupaten dan kota pelaksana PSU lalu. Rekapitulasi yang selesai terakhir adalah Kota Banjarmasin kemarin siang.

Dari rekapitulasi di Kota Banjarmasin kemarin, hasil perolehan pasangan calon Gubernur dan Wakil Gubernur Kalsel nomor urut 1, Sahbirin Noor-Muhidin saat PSU lalu dinyatakan unggul, dengan memperoleh sebanyak 47.030 suara. Sementara, pasangan calon Gubernur dan Wakil Gubernur Kalsel nomor urut 2, Denny Indrayana-Difriadi memperoleh 23.806 suara.

Untuk di Kabupaten Banjar, sesuai hasil pleno rekapitulasi KPU Kabupaten Banjar pada Selasa (15/6) tadi, Paslon 1 juga unggul dengan perolehan 175.368 suara, sedangkan paslon 2 mengantongi 94.321 suara.

Di Kabupaten Tapin, yang PSU lalu hanya digelar di 24 TPS di Kecamatan Binuang, lagi-lagi Paslon 1 dinyatakan unggul dengan perolehan sebanyak 44.800 suara, sedangkan Paslon 2, hanya memperoleh sebanyak 34.096 suara. “Selama dua hari kami laksanakan rekapitulasi perolehan tiga daerah pelaksana PSU lalu. Kalau tak ada gugatan, tiga hari setelah itu dan jika tak ada gugatan, akan ditetapkan pemenang Pilgub Kalsel 2020,” tandas Hatmi. (mof/ran/ema)