BANJARMASIN - Proyek Jembatan HKSN atau yang lebih dikenal dengan Jembatan Besi bakal dilanjutkan tahun ini.

Jembatan itu dibangun untuk menghubungkan dua wilayah kecamatan, Banjarmasin Utara dan Banjarmasin Barat.

Pada tahun 2020 lalu, tahap pertama dirampungkan. Membangun badan jembatan di sisi Utara.

Tahun ini, pada tahap kedua, dilanjutkan ke pengerjaan jembatan di sisi Barat. Persisnya di Kelurahan Kuin Cecuruk.

Persoalannya tinggal beberapa bangunan warga di atas lahan proyek yang belum dibebaskan. Karena belum semuanya diganti rugi.

Dari 62 persil bangunan, sebanyak 46 persil sudah dibebaskan.

"Yang sudah dibebaskan 25 persil di Banjarmasin Barat dan 21 persil di Banjarmasin Utara," kata Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Banjarmasin, Doyo Pudjadi, kemarin (30/6).

Ditanya apakah ini bakal mengganggu proyek, Doyo mengklaim tidak akan. Alasannya, para pemilik sudah setuju dibebaskan. Tinggal pembayaran saja.

Rencananya pada Oktober nanti, sisa ganti rugi 40 persen akan dicairkan. "Begitu dibayarkan, maka semua bangunan itu harus dibongkar," tambahnya.

Soal nominal, pembebasan lahannya lebih mahal ketimbang proyeknya. Pembangunan Jembatan Besi menyedot anggaran sekitar Rp22 miliar. Sedangkan pembebasannya menelan Rp33 miliar.

Sementara itu, Wali Kota Banjarmasin, Ibnu Sina meminta dukungan warga atas pembangunan itu. Terutama dari warga Kelurahan Kuin Cerucuk dan Kelurahan Kuin Utara.

Toh, jembatan itu demi mengurai kemacetan pada jam-jam sibuk di kawasan HKSN. "Kami mohon bantuan warga, agar rampung tepat waktu. Jadi tahun 2022 depan sudah bisa dilintasi," kata Ibnu. (war/fud/ema)