BANJARMASIN - Meski kabar investasi besar di Kotabaru sudah lama beredar, namun pemerintah provinsi mengaku masih tidak mengetahui secara pasti. Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Kalsel, Nafarin menerangkan, sampai saat ini pihaknya belum mendapat kabar resmi. Hanya dapat kabar dari kabupaten dan melalui media.

Meski demikian dia memaklumi hal itu. “Memang saat ini kewenangannya tak ada di Pemprov Kalsel. Lebih banyak di pemerintah pusat. Kecuali izin lokasi dan IMB yang dikeluarkan pemerintah kabupaten dan kota,” terangnya kemarin. 

Pemprov sebutnya, hanya dalam kapasitas fasilitasi. Soal izin lingkungan pun tambahnya kewenangannya ada di pemerintah pusat. “Pemberitahuan saja ke provinsi. Sampai ini belum ada juga secara resmi. Saya hanya dapat kabar dari media dan informasi dari kabupaten. Karena itu tadi. Kewenangannya tak ada di provinsi,” imbuhnya.

Meski demikian, Nafarin mengatakan, dengan hadirnya kilang minyak tersebut, tentu akan berdampak besar bagi Kalsel. Khususnya di sektor ekonomi. “Belum lagi akan banyaknya terserap tenaga kerja,” tukasnya seraya mengatakan posisi kilang minyak yang berada tak jauh dari kawasan ekonomi khusus (KEK) Mekar Putih sebut Nafarin memang sangat strategis.

Seperti diketahui, Sekretaris Daerah Kotabaru, Said Akhmad mengungkapkan, pihaknya sudah melakukan rapat dengan investor asal Oman di Jakarta terkait pembangunan kilang minyak ini. Bahkan sebutnya, pihaknya telah mengeluarkan perizinan bagi perusahaan asal Oman tersebut untuk membangun kilang minyak di Kotabaru.

Untuk membangun kilang minyak ini terangnya, perusahaan tersebut memerlukan lahan sekitar 1.500 hektare termasuk sarana lainnya. Dikatakannya, pihak perusahaan juga sudah menghitung populasi penduduk yang ada di daerah pantai, untuk pembangunan pipa dan pelabuhan. Dari data sementara sebutnya, jumlah perumahan yang akan diganti rugi sekitar 800 kepala keluarga.

Perusahaan asal Oman ini rencananya akan membangun industri hilir untuk pengolahan minyak mentah menjadi bahan jadi siap pakai, seperti minyak sebagai bahan bakar dan lainnya. (mof/ran/ema)