PROKAL.CO,

BANJARMASIN - Pelaksanaan Salat Iduladha masih menjadi pertanyaan masyarakat di saat angka kasus Covid-19 di Kalsel mengalami lonjakan. Apakah tempat ibadah boleh melaksanakan atau tidak? Jawabannya Pemprov Kalsel membolehkan atau mengizinkan.

Catatannya, masjid yang boleh melaksanakan lokasinya berada di zona kuning dan hijau dengan skala mikro. Di luar itu tak diperkenankan demi menangkal terjadinya penularan Covid-19 di Kalsel.

“Yang zonanya merah dan oranye dilarang untuk menggelar Salat Iduladha berjemaah. Bagi zona hijau dan kuning di tingkat mikro yakni desa, kelurahan, RT, boleh menyelenggarakan,” terang Pj Gubernur Kalsel, Safrizal ZA kemarin.

Meski membolehkan melaksanakan Salat Iduladha berjemaah di luar zona merah dan oranye, dia menegaskan pengurus masjid atau panitia salat ied harus menekankan protokol kesehatan saat kegitan berlangsung. Yang paling penting, satgas Covid-19 harus dibentuk. “Untuk menerapkan protokol kesehatan saat pelaksanaannya, satgas harus ada,” tegasnya.

Selain adanya satgas Covid-19, dia juga mengingatkan, pengurus masjid juga harus menyiapkak alat pengukur suhu badan, masker dan hand sanitizer di tiap pintu masuk. “Ceramah juga tak harus lama. Cukup 15 menit, yang paling penting juga adalah saf harus berjarak antar jemaah,” ujar Safrizal mewanti-wanti.

Tak hanya melarang pelaksanaan Salat Iduladha berjamaah di zona merah dan oranye, Satgas Covid-19 Kalsel juga melarang takbiran keliling saat malam menjelang hari raya. “Tak diperkenankan, hal ini berpotensi terjadinya kerumunan massa,” ucapnya.