PROKAL.CO,

BANJARBARU – Usai menawarkan sejumlah proyek strategis bidang infrastruktur dengan nilai triliunan rupiah kepada manajemen PT Fasific Global Investment, Korea Selatan. Pemprov Kalsel akan melakukan survei teknis untuk memperkuat perencanaan proyek yang telah diusulkan ke investor asing tersebut.

Kepala Bappeda Kalsel Nurul Fajar Desira mengatakan, survei yang dilakukan yakni mendesain dan melakukan studi lapangan terkait kelayakan proyek strategis yang dibangun. “Baik dari perencanaan hingga di lapangannya, hingga calon investor akan menghitung kebutuhan pembiayaannya,” katanya.

Adapun proyek yang ditawarkan ke investor Korsel, di antaranya ialah pembangunan Jembatan Pulau Laut - Dataran Kalimantan senilai Rp3,6 triliun.

Saat ini, jembatan yang terletak di antara Kabupaten Kotabaru dan Tanah Bumbu itu sudah terbangun jalan penghubung. Sementara, bentang utama jembatan sepanjang 700 meter belum dibangun.

Kemudian, pembangunan Jalan Lintas Banjarbaru – Batulicin, Tanah Bumbu yang sudah memiliki Kawasan Ekonomi Terpadu (KET). Jalan sepanjang 157 kilometer ini akan melintasi Pegunungan Meratus yang bisa mempercepat jarak tempuh dibanding jalur yang digunakan masyarakat saat ini.

Estimasi biaya proyek tersebut mencapai Rp14,3 triliun, dengan tawaran pola pinjaman daerah kepada investor.