BANJARMASIN - Penerapan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) di Banjarmasin memberikan dampak masif terhadap bisnis restoran siap saji. Selama PPKM restoran siap saji tak boleh melayani makan di tempat (dine in). Konsumen hanya boleh membeli makanan di restoran siap saji dengan cara dibungkus atau take away. Alhasil, pendapatan restoran siap saji mengalami penurunan.

Andre, supervisor sebuah restoran siap saji di Banjarmasin tak menampik omzet restoran yang dikelolanya turun drastis. "Penurunan omzet 50 persen lebih. Penjualan secara take away kami maksimalkan, namun tetap tak bisa menutup target harian," ujarnya.

Kebijakan PPKM ini juga berdampak pada nasib para karyawan restoran siap saji tersebut. "Selama PPKM, karyawan dirumahkan sementara waktu. Di restoran hanya lima orang karyawan yang stand by dengan sistem shift harian. Jadi, masuk kerjanya bergantian dan dijadwal per hari sampai PPKM dicabut," urainya.

Ditanyakan mengenai gaji karyawan, Andre enggan memperincinya. "Tentu ada pemangkasan gaji. Ini internal perusahaan saja, tidak bisa kami sebutkan," sambungnya.

Andre berharap pemerintah tak memperpanjang PPKM. "Mudah-mudahan, setelah PPKM berakhir, diperbolehkan makan di tempat lagi. Kami pastikan penerapan protokol yang ketat dan disiplin sebagai upaya mencegah paparan Covid-19," tandasnya. (oza/bin/ema)