TANJUNG – Satu orang tenaga kesehatan (Nakes) meninggal dunia, dan 15 orang nakes terkonfirmasi positif Covid-19, Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) Tanta di Kecamatan Tanta, Kabupaten Tabalong menutup pelayanan untuk sementara waktu.

Kepala UPT Puskesmas Tanta, Novian menjelaskan, penutupan pelayanan kesehatan bagi masyarakat tersebut sejak Selasa 10 Agustus 2021 kemarin, dan akan dibuka kembali pada Senin 16 Agustus 2021 mendatang. “Senin ini buka lagi,” katanya, Rabu (11/8).

Ia menjelaskan, saat ini setiap harinya bangunan Puskesmas dilakukan sterilisasi menggunakan penyemprotan disinfektan dan sinar UVI. Sehingga, ketika pelayanan mulai dibuka kembali lebih aman dari penularan Covid-19.

Terkait sejumlah tenaga kesehatan yang terkonfirmasi positif Covid-19, ditemukan ketika dilakukan pemeriksaan sebelumnya. Mereka diantaranya, kalangan dokter, perawat dan bidan. “Perawat tiga orang, dokter empat orang dan bidan yang paling banyak,” jelasnya.

Sedangkan untuk yang meninggal dunia, Novian memberitahukan, itu terjadi beberapa hari sebelumnya. Yaitu tenaga kesehatan perawat gigi.

Dengan kondisi masif penularan tersebut, saat ini manajemen Puskesmas Tanta terus melakukan monitoring terhadap seluruh tenaga kesehatannya. Untung saja, semua yang terkonfirmasi positif masih gejala ringan. “Tapi jika ada yang bergejala berat akan kami arahkan ke rumah sakit,” tegasnya.

Selain juga akan melakukan evaluasi terhadap penularan yang terjadi. Apakah berasal dari internal tenaga kesehatan sendiri atau datang dari pasien yang dirawat.

Sementara untuk pelayanan ke masyarakat, dialihkan untuk mendatangi Puskesmas terdekat untuk gejala ringan. Namun untuk gejala berat tetap ke rumah sakit.

Bagaimana dengan pelayanan kesehatan selanjutnya, setelah disterilisasi? Mengenai hal itu, pria yang juga dokter ini akan memastikan pelayanan yang diberikan menerapkan protokol kesehatan lebih ketat dari sebelumnya. “Yang jelas, lebih ketat untuk skrining pasien. Pelayanan lebih diperketat,” imbuhnya. (ibn/ema)