BARABAI - Delapan bulan warga Desa Alat, Kecamatan Hantakan menanti pembangunan jembatan permanen akhirnya sampai. Jembatan gantung yang dinamakan jembatan harapan itu telah selesai dibangun dan diresmikan, Rabu (25/8) tadi.

Jembatan dengan panjang 80 meter dan lebar 1,2 meter itu dibangun dari donasi yang dikumpulkan kitabisa.com. Jembatan ini dibangun oleh Tim Ekspedisi Vertical Rescue Indonesia bersama Yayasan Ruang Pelita Kalimantan. “Pengerjaan jembatan terhitung dari datangnya material sampai dengan selesai selama 10 hari pengerjaan. Yakni 8 hari pengerjaan, 2 hari fi nishing, dan hari ini peresmian,” kata Komandan Tim Ekspedisi Jembatan Gantung, Roki Saputra.

Tak ada kendala khusus selama proses pembangunan jembatan. Hanya saja material bangunan sempat telat datang. Akhirnya menambah waktu dari target yang sudah ditentukan. Untuk teknis pengerjaan jembatan, tim ekspedisi menggunakan teknik petualang. “Seperti membuat deadman sebagai pancang pondasi jembatan yang biasanya kita pakai untuk melakukan evakuasi korban ketika banjir,” jelasnya.

Manajer Yayasan Ruang Pelita Kalimantan, Retno Sulisetiyani menjelaskan jembatan ini adalah persembahan orang-orang baik dari seluruh Indonesia untuk memudahkan akses warga Desa Alat dalam beraktivitas. Jembatan ini juga didesain lebih tinggi agar ketika air sungai hantakan naik kondisinya masih aman.

“Bercermin dari bencana kemarin, kami juga memperhitungkan antisipasi banjir dengan menaikkan setengah meter dari ketinggian air kemarin,” terangnya.

Warga setempat sangat senang dengan selesainya jembatan gantung tersebut. Kini mereka tak perlu takut melintasi jembatan. Sebab pondasinya lebih kokoh dan aman ketimbang jembatan darurat yang dibangun oleh warga setempat. “Alhamdulillah kami punya jembatan permanen. Kami ucapkan terima kasih kepada para relawan dan donatur. Sebaikbaiknya manusia adalah yang bermanfaat untuk manusia lain,” kata Pimpinan Ponpes Raudhatul Ulum Hantakan, Guru Arsyad saat selesai meresmikan jembatan. (mal/az/dye)