BANJARMASIN - Per tanggal 1 September, Pemko Banjarmasin memberlakukan penggunaan portal di pintu masuk dan keluar Balai Kota. Berlaku di hari kerja maupun hari libur.

Seperti yang dijelaskan dalam surat edaran nomor 010/378/BAG.UMM.

Portal itu telah terpasang di gerbang kanan dan kiri kantor wali kota di Jalan RE Martadinata tersebut.

Pelaksana tugas (Plt) Kabag Umum Setdako Banjarmasin, Yusna Irawan mengatakan, teknis di lapangan akan dilaksanakan Satpol PP.

Tujuannya, agar lebih aman dan tertib. "Kemudian memfungsikan portal yang sudah dibuat. Jadi ASN dan tamu bisa terkontrol," ucapnya (27/8). Sementara pintu belakang yang mengarah ke Jalan MT Haryono akan ditutup. “Pintu belakang akan dikunci. Agar portal depan bisa lebih dioptimalkan,” tambahnya.

Soal prosedur, sebelum memasuki Balai Kota, setiap ASN akan diminta menunjukkan kartu identitas yang dimilikinya kepada petugas di pos jaga. Setelah itu baru portal dibuka.

"Sejalan dengan program pemerintah yang mewajibkan seluruh ASN untuk memiliki ID card (kartu pengenal)," ungkapnya.

Lantas bagaimana dengan tamu yang ingin berkunjung atau berurusan?

Pria yang juga menjabat sebagai Kabag Humas Setdako Banjarmasin itu menjawab, para tamu cukup melapor.

Di situ, tamu akan meninggalkan e-KTP atau kartu pengenalnya untuk digantikan kartu tamu. “Setelah itu diarahkan ke kantor depan untuk mengisi buku tamu. Ketika pulang, baru KTP-nya dikembalikan,” jelasnya.

Yusna yakin, sistem ini akan memudahkan penerapan prokes ketat. Pegawai atau tamu yang tak mengenakan masker sudah pasti takkan bisa masuk.

"Nanti suhu tubuhnya juga akan dicek. Untuk ASN, pemeriksaan suhu tubuh dilakukan di kantor atau tempat kerjanya masing-masing," ujarnya.

"Terkecuali ada acara-acara khusus, baru portal itu dibuka sepenuhnya," tekannya. (war/fud/ema)