BANJARMASIN – Jalan di kawasan Alalak Utara dikeluhkan warga. Memasuki musim hujan-hujan, lubang-lubang jalan itu berubah menjadi kubangan.

Pengendara terutama roda dua harus ekstra hati-hati. Mengingat jalan licin dan rawan tergelincir.

Fahri, warga Banjarmasin Utara menuturkan, kerusakan jalan itu sudah terlalu lama. Padahal, inilah jalur alternatif selama proyek Jembatan Sungai Alalak.

“Ya semua berharap agar lekas diperbaiki,” ujarnya.

Warga lainnya, Zarkasi menceritakan, kerusakan itu lantaran kerap dilintasi truk-truk. Jalan itu rupanya tak sanggup menahan beban angkutan-angkutan besar tersebut.

“Ditambah lagi selama pengalihan arus lalu lintas karena proyek. Mobilitas yang padat itu menjadi penyebab kerusakan juga,” ujarnya.

Zarkasi dan Fahri berharap Pemko Banjarmasin memperhatikan keluhan ini.

Dikonfirmasi terpisah, Kabid Jalan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Banjarmasin, Chandra menekankan, tak semua jalan di kawasan itu merupakan tanggung jawab pemko.

“Untuk samping jembatan akan ditangani Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional XI,” sebutnya. “Selanjutnya, sepanjang 280 meter akan kami tangani,” sambungnya.

Jenis pekerjaan adalah pengerasan dan pengaspalan. Perihal waktu, warga perlu sedikit bersabar. “Menunggu alokasi dari APBD Perubahan ini,” tambahnya.

Ditanya keperluannya, Chandra menyebutkan sekitar Rp1 miliar. “Untuk ruas jalan ini sekitar semiliar,” tutupnya.
Sebelumnya, PUPR juga memperbaiki kerusakan di Jalan Cemara Ujung. Yang turut terdampak pengalihan arus dari proyek Jembatan Sungai Alalak.

Mega proyek jembatan penghubung Kota Banjarmasin dan Kabupaten Barito Kuala itu rencananya akan diresmikan Presiden Joko Widodo. (gmp/fud/ema)