BANJARMASIN – Penantian pencinta sepak bola Banua agar Stadion 17 Mei segera digunakan harus tertunda. Proses renovasi stadion kebanggaan warga Banjarmasin itu tidak bisa dilanjutkan untuk sementara waktu.

Renovasi baru menjalani dua tahap pembangunan. Membenahi tribun VVIP, tribun kiri dan kanan, serta rumput stadion.

Proyek ini kewenangan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kalsel melalui bidang Cipta Karya. Anggaran sebesar Rp37 miliar. Namun tidak bisa dilanjutkan tahun ini karena dananya dialihkan untuk fokus penanganan Covid-19.

Penundaan penyelesaian renovasi Stadion 17 Mei dibenarkan Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Kalimantan Selatan, Hermansyah. "Memang saat ini pemeliharaan untuk rumput dan lainnya sudah dilakukan. Karena pandemi, anggaran renovasi Stadion 17 Mei tahap selanjutnya d refocusing untuk Covid-19. Selain itu, sementara tertunda pascabanjir serta Pilkada dan PSU," ungkapnya.

Hermansyah tetap berharap kelanjutan renovasi diprioritaskan. Supaya keinginan Stadion 17 Mei menjadi ikon olahraga terbesar di Kalsel bisa terealisasi. "Kami akan tetap prioritaskan Stadion 17 Mei. Sama halnya seperti lapangan sepak bola lainnya. Pembangunan tahap tiga ini akan kita perhatikan benar-benar," tambahnya.

Hermansyah mengatakan Dispora Kalsel akan kembali ikut mengusulkan anggaran renovasi lanjutan. Diprediksi akan kembali berjalan tahun depan. "Pada tahap tiga nanti, proses renovasi berlanjut dengan fokus pengerjaan meliputi kelengkapan pertandingan, sarana prasarana luar stadion, tribun Inggris, dan lintasan atletik," tuntasnya.(bir/dye/ema)