BARABAI – Setelah diterjang banjir, tak ada upaya serius Pemerintah Hulu Sungai Tengah (HST) untuk memperbaiki los ikan yang ada di Pasar Keramat Barabai Blok G. Los ikan menjadi sepi. Para pedagang memilih berjualan di tepi jalan dan di Pasar Agrobisnis.

Salah satu pedagang ikan, Nurhalis memilih jualan di luar karena pembeli sudah tidak mau datang ke los ikan. Dagangannya sempat sepi. Kini lebih laku jika jualan di luar los. "Tapi kalau ada Satpol PP, kami masuk ke dalam (los ikan, Red). Nanti balik lagi ke luar, ya begitu terus," ujarnya, Senin (13/9).

Nurhalis menceritakan dulu sebelum banjir, los ikan ramai diisi pedagang ayam potong, ikan laut, ikan sungai, dan seafood. Pascabanjir keadaan los sangat kumuh. Akhirnya pedagang pindah lokasi. Ada yang menyewa lapak di Pasar Agrobisnis, dan ada juga memilih berjualan di luar pasar alias di badan jalan. "Perjanjian dulu di Pasar Agrobisnis sistem gantian. Seharusnya tidak bisa lama jualan di sana. Dulu perjanjian sampai jam 9 pagi. Tapi sekarang sampai 10 malam pun ada. Akhirnya pasar ikan tak tertib," jelasnya.

Pj Sekda HST Muhammad Yani berjanji akan kembali meninjau dan mengelola pasar ikan dengan baik melalui Dinas Perdagangan HST. "Kami sangat ingin mengembalikan fungsi pasar ikan. Kami akan membenahi infrastruktur di sana," katanya.

Sekda sudah koordinasi dengan Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman HST, Dinas Lingkungan Hidup, dan Dinas Perdagangan HST. Pihaknya akan membuat jalan yang mengelilingi pasar ikan. Kios-kios yang tidak terpakai sedang diinventarisasi untuk proses pembongkaran. "Kios yang dibongkar kami alihkan sebagai jalan. Kami sangat menginginkan pasar ikan ini aktif kembali. Insya Allah 2022 akan dikerjakan secara tuntas," janji sekda.

Untuk sementara ini los pasar akan diperbaiki dan dibersihkan. Supaya para pedagang mau berjualan ke dalam los lagi. "Di sana kan becek jalannya. Terus ada juga petak los jualan yang miring. Ini akan diperbaiki, ditangani dinas terkait. Kemudian inventarisnya akan sepenuhnya diserahkan ke pengelola pasar," pungkasnya.(mal/dye/ema)