BANJARBARU - Vaksinasi pelajar di Kota Banjarbaru dikebut. Usai dihelat perdana di SMPN 5 Banjarbaru, dalam waktu dekat vaksinasi juga dilaksanakan untuk siswa SMPN 1 dan SMPN 2 Banjarbaru. Total dosis ada 1200 dosis vaksin bantuan dari Badan Intelijen Negara (BIN) untuk dua sekolah ini.

Kepala SMPN 1 Banjarbaru, Undi Sukarya menyebut jika vaksinasi di sekolahnya akan digelar pada 21 September 2021 nanti.

"Untuk jumlah siswa kita itu ada 926 orang, kemudian usai dilakukan sosialisasi daring dengan orang tua siswa, maka ada 626 siswa yang disetujui orang tua atau wali murid untuk disuntik vaksin," kata Undi.

Lantas mengapa ada sekitar 300 siswa yang tidak bisa divaksin? Dijelaskannya bahwa ada sejumlah faktor, semisal banyak siswa yang telah divaksin hingga adanya komorbid tertentu.

"Ada juga siswa yang baru tertular dan harus menunggu tiga bulan lagi, sisanya ada lagi yang secara usia masih di bawah 12 tahun. Mayoritas orang tua setuju anaknya divaksin," katanya.

Ditanyakan bagaimana dengan nasib siswa yang berhalangan divaksin ketika PTM dimulai, Undi menanggapi kalau pihak sekolah akan tetap dilayani.

"Ada banyak orang tua bertanya bagaimana jika tidak bisa divaksin saat PTM, kita pastikan bahwa tetap akan dilayani karena ini sudah tugas dan kewajiban sekolah. Makanya ada belajar daring maupun blended learning," tambahnya seraya memastikan sekolahnya sudah siap menggelar vaksinasi maupun PTM terbatas.

Sementara itu, Kepala SMPN 2 Kota Banjarbaru, Mahdi ketika coba dikonfirmasi soal kesiapan vaksinasi dan PTM terbatas tak merespons pertanyaan wartawan. Hingga kemarin petang, Mahdi ketika dihubungi tak menanggapinya dan hanya membaca pesan singkat yang dikirimkan.

Seperti diberitakan kemarin, Kadisdik Banjarbaru M Aswan menyebut, saat ini ada 6000 dosis vaksin yang disiapkan untuk pelajar. Kebutuhan vaksinasi pelajar di Banjarbaru yang memenuhi kriteria berjumlah sekitar 11 ribu orang.

"Sementara ini vaksin masih bersumber bantuan dari luar, ada dari Hipmi dan Badan Intelijen Nasional (BIN) Banjarbaru. Kita juga usulkan ke Dinkes untuk vaksinasi lanjutan," ungkapnya.

Aswan sendiri mengatakan jika sesuai arahan wali kota bahwa PTM bisa digelar apabila seluruh pelajar telah divaksin. Terkecuali ujarnya jika ada kelompok pelajar yang tidak memenuhi kriteria.

"Karena vaksinasi ini harus berdasarkan izin atau persetujuan orang tua siswa, lalu juga ada siswa yang riwayat komorbid. Soal PTM, kita akan lihat setelah status (PPKM) kita turun," pungkasnya. (rvn//bin/ema)