BANJARMASIN - Kapal penumpang Mila Utama menabrak Tugboat Harlina 78 yang digandeng tongkang Soekawati 209 di perairan laut Taboneo, Rabu (15/9) malam sekitar pukul 19.15 Wita.

Akibat tabrakan itu kapal yang dijadwalkan sandar di Pelabuhan Trisakti Bandarmasih sekitar pukul 21.00 Wita itu molor sampai 2,5 jam. Saat merapat ke dermaga, otoritas pelabuhan dan petugas kepolisian setempat menemukan akibat tabrakan itu, kapal Mila Utama robek sekitar 1,5 meter di lambung bagian haluan kapal.

Informasi yang dihimpun Radar Banjarmasin, tongkang dengan muatan penuh batu bara itu baru keluar dari Sungai Barito. Sementara Kapal Mila Utama hendak memasuki alur. Posisi kapal di lintang 38-700 sebelah barat arah keluar atau sekitar dua jam dari pelabuhan.

Diduga karena terlalu cikar ke kiri, kapal akhirnya mengenai tongkang yang berada di tengah alur. Sementara tugboat terpaksa dikandaskan. Kapten tak mau mengubah posisi kapal tunda dan tongkang karena takut mengganggu alur.

Tabrakan pun terjadi. Haluan KM Mila Utama langsung menghantam badan tongkang. Sontak penumpang dan kru kapal berteriak panik. Salah seorang pengemudi truk yang menjadi penumpang, Arif mengaku mendengar bunyi keras disertai gesekan. Pria 35 tahun itu terbangun dan keluar dari tempat tidurnya untuk mengecek keadaan.

"Saya ketiduran dan terbangun karena bunyi keras. Terasa seperti motor oleng. Saya keluar dan melihat ada tongkang di samping. Agak miring seusai tubrukan," kisah warga Kabupaten Tanah Laut ini.

Ketika ia bertanya kepada ABK, mereka diminta bersiap. Berjaga-jaga kalau terjadi sesuatu. Arahan darurat pun disampaikan melalui pengeras suara kapal. "Kami diminta bersiaga," tambah Arif.

Teringat dengan muatan buah di truknya, Arif kemudian turun mengecek. "Alhamdulillah aman semua. Tapi truk lain banyak yang rusak. Kabinnya penyok atau kaca depannya pecah karena terjepit," lanjutnya.

Saat Radar Banjarmasin memasuki ruang parkir truk, memang banyak truk yang bergeser dan mengalami kerusakan. Seperti situasi kecelakaan beruntun di jalan raya.

Proses evakuasi truk pun cukup sulit. Terpaksa dikeluarkan satu demi satu lewat pintu belakang.Truk yang berada di haluan, saling dempet.

"Selama naik turun kapal roro, baru kali ini mengalami," tutup Arif.

Dikonfirmasi terpisah, Kabag Kantor Kesyahbandaran Banjarmasin Hari Budianto mengatakan ada investigasi atas insiden ini. Sekarang pihaknya masih melakukan investigasi internal. "Tetapi kami sudah berkoordinasi dengan tim dari KNKT (Komite Nasional Keselamatan Transportasi)," kata Hari. (lan/ran/ema)