BANJARBARU - Hampir dua tahun sudah Museum Lambung Mangkurat di Banjarbaru ditutup untuk masyarakat umum. Ini dikarenakan mewabahnya virus corona sejak awal tahun lalu.

Melihat kasus Covid-19 di Kalsel mulai melandai, tempat penyimpanan dan pameran benda bersejarah di Jalan A Yani Km 36, Banjarbaru tersebut ingin dibuka kembali.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Museum Lambung Mangkurat, Abdul Rahim mengatakan, untuk membuka museum bagi masyarakat umum, pihaknya sudah mengajukan izin ke Satgas Penanganan Covid-19 Kalsel. “Museum akan kami buka setelah mendapatkan izin dari Satgas Covid," katanya, kemarin (17/9).

Dia berharap, museum sudah bisa dibuka sebelum Pembelajaran Tatap Muka (PTM) dimulai. "Sehingga, siswa yang ingin belajar tentang sejarah sudah bisa datang ke sini," harapnya.

Terkait kesiapannya, Rahim menegaskan bahwa Museum Lambung Mangkurat sudah sangat siap untuk dibuka kembali. “Termasuk karyawan yang jumlahnya 40 orang, semuanya sudah divaksin. Kami tinggal menunggu izin dari Satgas Covid, semua sudah siap,” tukasnya

Dari pantauan Radar Banjarmasin, museum di bawah kewenangan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kalsel itu kemarin terlihat sepi. Karena, masyarakat tidak diperkenankan masuk ke sana selama pandemi. Ini dilakukan, guna menghindari penularan Covid-19.

Meski belum dibuka untuk umum, Rahim memastikan semua benda koleksi di museum selalu mendapatkan perawatan seperti biasa.

Dia menyampaikan, pegawai museum setiap hari secara bergiliran membersihkan seluruh koleksi benda bersejarah yang ada di sana. “Untuk benda-benda pusaka, ada orang khusus yang punya keahlian untuk membersihkannya,” terangnya.

Selain rutin melakukan pembersihan, Rahim menuturkan bahwa pihaknya juga melakukan penjagaan secara ketat di area museum. "Ini demi menghindari aksi pencurian," tuturnya.

Sementara itu, rencana dibukanya Museum Lambung Mangkurat disambut gembira oleh masyarakat yang selama ini rindu menghabiskan waktu di sana.

Syaukani misalnya, warga Martapura, Kabupaten Banjar ini mengaku sudah tidak sabar mengunjungi museum. "Mau ajak anak dan istri ke sana. Sudah lama tidak ke sana," ujarnya. (ris/ran/ema)