BARABAI - Kondisi jalan raya di Sungai Buluh, Kecamatan Labuan Amas Utara, Hulu Sungai Tengah (HST) kembali mengkhawatirkan. Jalan ambles dan bergelombang kurang lebih 100 meter. Keadaan jalan sangat membahayakan bagi para pengendara.

Apalagi sepanjang jalan tidak ada rambu peringatan. Hal ini diperparah karena pada malam hari tidak ada penerangan jalan. “Jadi kalau lewat sini harus pelan-pelan. Selain bergelombang, banyak jalan yang ambles,” kata pengendara motor, Nor Fikriah saat melintasi jalan tersebut, Selasa (21/9).

Warga Hulu Sungai Utara (HSU) ini setiap weekend selalu melintasi jalan tersebut. Menurutnya, kondisi jalan seperti ini sudah hampir dua bulan. Posisinya sangat dekat dengan perbatasan Kabupaten HST dan HSU. “Saya lihat rusak sudah lama. Dulu ada rambu peringatan, tapi sekarang sudah tidak terlihat lagi,” jelasnya.

Dia berharap agar jalan tersebut segera diperbaiki sebelum menimbulkan banyak kecelakaan. “Kondisi jalan di sini sepi, jauh dari permukiman warga. Kasihan kalau sampai ada yang kena musibah,” sarannya.

Pemeliharaan Jalan Raya Sungai Buluh dilakukan oleh Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Provinsi Kalsel.

Kondisi di lapangan posisi kanan dan kiri jalan tersebut memang padang rawa. Diperkirakan ini yang membuat kontur tanah mudah ambles. Apalagi jalan tersebut banyak dilalui truk kontainer dengan muatan besar.

Kepala BPJN Kalsel Syauqi Kamal melalui Asisten Komunikasi Publik, Kartika menjelaskan pihaknya sudah melakukan perbaikan jalan pada tahun 2019. Kemudian tahun 2020-2021 dilakukan pemeliharaan rutin. "Di tahun anggaran 2022 sedang diusulkan penanganannya. Sekarang dalam pembahasan sesuai Detailed Engineering Desain (DED) yang disiapkan pada tahun sebelumnya," ujarnya saat dikonfirmasi.

Terkait minimnya rambu peringatan, Kartika menjelaskan sudah pernah dipasang pada bulan Mei 2021. Ia mengakui sudah mulai rusak dan hilang. "Akan kami perbaiki rambu-rambu peringatan akan kami ganti yang lebih besar dan lebih banyak," katanya.

Lantas mengapa jalan ini langganan rusak? "Badan jalan eksisting berada di atas tanah lunak yang tidak stabil. Sebelumnya pernah ambles 2019, dan dilakukan rehab minor," jawabnya.

Kerusakan jalan makin parah karena banyak dilalui truk kontainer dengan muatan besar. "Ini menyebabkan jalan cepat kembali ambles. Tahun ini dilakukan DED untuk lokasi tersebut," pungkasnya. (mal/dye/ema)