BANJARMASIN – Sudah menjadi tradisi, setiap perayaan hari jadi kota, rombongan Wali Kota Banjarmasin dan DPRD menziarahi Makam Sultan Suriansyah di Kampung Kuin.

Namun, malah muncul insiden. Arman (44) menjadi korban pengeroyokan yang berujung pelaporan ke Mapolsek Banjarmasin Utara, kemarin (23/9).

Dia menuduh Ketua Yayasan Restu Sultan Suriansyah, Syarifudin Nur sebagai pelakunya.
Kronologinya, selaku anggota Sekretariat Pengawas Sementara Kompleks Makam Sultan Suriansyah, Arman ditugasi untuk memasang plang sekretariat. Di sana tertera keputusan Wali Kota No 563 Tahun 2020 dengan tertanda ketua mediasi konflik, Doyo Pudjadi.

Arman dibantu pamannya yang sudah berumur 70 tahun. Entah kenapa, pengelola lama (Syarifudin) datang dan mendorong pamannya.

Bermaksud membela, tangan Arman malah dipiting dari belakang. Lehernya pun dibekap. Pelakunya Uji, anak buah Syarifudin. Dengan bebas Syarifudin menampar wajah Arman berkali-kali. “Mata saya lebam, sudah divisum tadi,” ujarnya.

Arman membawa tiga saksi dalam pelaporan tersebut. Sementara itu, mendengar anggotanya dikeroyok, Maulana melancarkan kecaman.

“Ini mencoreng Makam Raja Banjar. Apalagi sedang mendekati hari jadi kota ke-495. Apakah pemko akan membiarkan saja,” kata Haji Imau, sapaan akrabnya.

Ia juga menyayangkan Babinsa dan Bhabinkamtibmas yang tak netral di lokasi kejadian. Baginya, mereka seharusnya mencegah insiden tersebut. Bukan malah merasa “tak enak”. “Kenapa sebagai aparat malah meragu begitu,” sesalnya.

Situs bersejarah itu dirundung konflik sejak tahun lalu. Setidaknya ada tiga kubu yang mengklaim pengelolaan atas makam tersebut. (mof/fud/ema)