BANJARBARU - Hampir setiap tahunnya, genangan di sejumlah titik ruas Jalan A Yani Banjarbaru dikeluhkan warga. Hal ini kerap terjadi ketika intensitas hujan sangat tinggi dan memicu luapan air dari drainase pinggir jalan.

Kini, intensitas hujan mulai terpantau naik. Dalam beberapa hari terakhir, hujan deras terpantau beberapa kali mengguyur wilayah Kota Banjarbaru. Meski tak menyebabkan genangan, namun sejumlah warga mengaku tetap khawatir.

Fadli misalnya, warga asal Landasan Ulin ini tergolong yang masih was-was dengan genangan di badan jalan. ā€œPernah mogok akibat menerobos genangan di Jalan A Yani Km 33 Loktabat itu,ā€ ujarnya.

Namun dalam beberapa pekan terakhir, terlihat jalan di Kawasan yang sering terendam di Jln A Yani tengah di tinggikan. Diakui Dinas Pekerjaan Umun dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Banjarbaru, pengerjaan Jalan A Yani Km 33 dan di Km 26 kawasan Al Falah merupakan usulan Pemko ke pihak Balai Jalan selaku otoritas jalan nasional A Yani.

"Pengerjaan sekaligus ditinggikannya itu atas usulan kita," kata Kabid Bina Marga Dinas PUPR Banjarbaru, Eka Yuliesda.

Ditanyakan terkait saluran drainase yang jadi biang kerok meluapnya air. Eka mengatakan sama hal dengan jalan, status drainase di ruas Jalan A Yani juga bukan aset dan kewenangan Pemko Banjarbaru.

Oleh sebab itu, Pemko kata Eka tak bisa ujug-ujug untuk melakukan renovasi atau peningkatan drainase tersebut. "Kita hanya sebatas pemeliharaan yang ringan-ringan saja, misalnya normalisasi."

Meski begitu, antisipasi banjir dari sektor drainase ini klaim Eka sudah dikoordinasikan dengan pihak Balai Jalan selaku pemegang kewenangan. Yang mana drainase di titik-titik rawan tergenang juga turut akan dikerjakan oleh Balai Jalan.

"Dari rapat terakhir, pihak Balai juga akan mengerjakan drainase, mungkin pelebaran atau peningkatan. Ini kita juga masih terus berkoordinasi agar drainase bisa lebih optimal dan mencegah genangan," pungkasnya. (rvn/bin/ema)