AMUNTAI - Fasilitas kesehatan yang mumpuni pada wilayah terdepan, terluar dan terpencil menjadi hal utama. Maka dari itu, Dinas Kesehatan Kabupaten Hulu Sungai Utara prioritaskan pembangunan gedung rawat inap di Puskesmas Paminggir.

Puskesmas yang berada di tepi sungai Barito ini, menjadikan akses pelayanan kesehatan warga masyarakat sangat penting. Sebab, memerlukan tiga sampai empat jam untuk menuju Puskesmas tersebut dari kota.

Plt Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten HSU, Danu Fotohena mengatakan, pihaknya memprioritaskan pembangunan fasilitas kesehatan pada kawasan sulit akses seperti Puskesmas Paminggir.

"Pembangunan fasilitas kesehatan gedung rawat inap ini mampu membantu warga masyarakat di sana dalam memperoleh pelayanan kesehatan yang baik," kata Danu lewat WhatsApp, Kamis (29/9).

Adapun tahapan pertama pembangunan dimulai pemasangan pondasi dan persiapan cor lantai dasar. "Semoga di pertengahan Desember 2021 ini, bangunan gedung sudah selesai," harapnya.

Danu yang melakukan peninjauan pada Senin (27/9) menjelaskan, bahwa kondisi Puskesmas di sana hanya satu lantai dengan 10 tempat tidur untuk pasien, sesuai Peraturan Menteri Kesehatan No 43 tahun 2019 tentang Puskesmas.

Begitupun gedung rawat inap yang dimiliki Puskesmas di sana berfungsi menyediakan pelayanan rawat inap bagi masyarakat, sehingga memudahkan masyarakat ketika berobat dan layanan rawat inap bagi pasien penyakit tertentu. "Sumber dana pembangunan menggunakan DAK tahun berjalan," ungkapnya.

Apabila fasilitas ini rampung, pihaknya segera menyiapkan SDM dan alat kesehatan penunjang. Pelayanan rawat inap bisa dirasakan manfaatnya bagi warga, paling lambat tahun depan.

Sementara itu, Camat Paminggir Harzuki mengatakan, penguatan akses kesehatan di wilayah Paminggir memang sebuah kewajiban.

"Letak Paminggir yang jauh dari pelayanan kesehatan utama di kota induk mengharuskan Puskesmas siap menjadi pelayan utama bagi pasien penyakit tertentu di daerah kami," kata Harzuki pada Radar Banjarmasin lewat telepon, kemarin. (mar/ema)