RANTAU – Kemacetan sering muncul di Jalan A Yani Binuang. Gara-gara pasar dadakan di Desa Pulau Pinang, Kecamatan Binuang. Demi menertibkannya, pasar desa yang tertata akhirnya dibangun oleh masyarakat setempat.

Warga membangun pasar menggunakan Dana Desa sekitar Rp226 juta. Luas lahan 5.000 meter persegi. Fasilitas disediakan mulai dari lapak khusus pedagang, tempat sampah, toilet umum, sampai dengan lampu penerangan.

Pasar tersebut diresmikan Kepala Desa Fani, Rabu (29/9). Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD) Tapin Rahmadi beserta Camat Binuang Eko Haryono hadir menyaksikan.

Pengelola pasar, Maulana Akbar menceritakan awalnya pasar kaget tidak dikelola secara resmi. “Kami kena tegur karena mengganggu pengguna jalan. Karena itu, dari desa membuat pasar khusus," ucapnya.

Maulana berharap pasar desa tersebut akan menggerakkan perekonomian masyarakat, baik itu sektor UMKM, pertanian, sampai peternakan. Pedagang yang berjualan juga bisa lebih terkoordinir. Apalagi pihaknya menyediakan 18 lapak permanen. "Sebenarnya yang disediakan ada 30 lapak. Tapi, anggaran tahun ini terpotong karena sebagian untuk penanganan Covid-19. Jadi hanya 18 saja sementara dibangun," jelasnya.

Pasar desa ini akan buka setiap Sabtu dari pukul 16.00 Wita sampai Magrib. Retribusinya dikenakan setiap buka saja. Tarifnya masih dibicarakan. "Kami menghendaki semurah-murahnya agar tidak membebani masyarakat.

Setelah ini akan ada forum membahas hal itu. Apalagi pasar tersebut juga dikelola oleh BUMDes. Otomatis bisa menambah Pendapatan Asli Desa (PAdes)," tuturnya.

Rahmadi meminta Pasar Desa Pulau Pinang bisa jadi penggerak perekonomian dan menjadi media promosi produk-produk unggulan desa. "Kami berharap pasar ini jangan cuma ramai pas awal saja. Tapi, selanjutnya harus bisa terus menerus ramai. Supaya menghasilkan PADes," harap kepala Dinas PMD Tapin ini.

Eko Haryono menuturkan Pasar Desa Pulau Pinang merupakan satu-satunya di wilayah kecamatan yang dipimpinnya. Namun ke depannya akan ada lagi rencana desa lain yang membangun. "Yang jelas kami mengapresiasi inovasi dan kesigapan Desa Pulau Pinang yang membentuk pasar desa. Pasar ini tidak lain untuk mengembangkan perekonomian masyarakat," ujarnya.(dly/dye/ema)