BANJARMASIN – Warga Sungai Miai geger. Penghuni kontrakan di Jalan Sungai Miai Dalam, Banjarmasin Utara ditemukan tak bernyawa, kemarin (29/9) sore.

Namanya adalah Rudi Setiawan, 50 tahun. Sehari-harinya bekerja sebagai instalatir listrik.

Ditemukan pukul 16.30 Wita dalam posisi tengkurap di ruang depan. Kakinya membentang di depan pintu. Hanya mengenakan celana pendek.

Penemunya adalah Fahriansyah, 36 tahun. “Dua hari yang lewat saya kemari, tak mengeluh apa-apa. Tampak sehat saja,” ujarnya.

Dia dulunya tetangga Rudi. Pernah mengkontrak di sebelahnya. “Sekarang saya tinggal di musala, menjadi marbot,” tambahnya.

“Saya memang sering kumpul-kumpul sama almarhum untuk ngobrol-ngobrol. Oleh warga sini, ia dikenal supel. Seingat saya, ia baru tiga bulan mengkontrak di sini,” lanjutnya.

Di lokasi, tak lama datang ibu dan adik Rudi. Selama ini, Rudi memang tinggal sendirian setelah bercerai dengan istrinya.

“Tak ada riwayat penyakit. Tapi selama beberapa bulan terakhir, seusai bercerai memang terlihat agak berbeda,” kata Vera, sang adik.

Sekitar jam 10 pagi, sebelum ditemukan tewas, keduanya sempat saling bertukar kabar lewat sambungan telepon. “Mengobrol biasa saja. Tak ada gelagat aneh dari kakak. Keluarga sudah mengikhlaskan,” tambah perempuan 37 tahun itu.

Hasil olah TKP, tak ditemukan tanda-tanda korban kekerasan. “Keluarga sudah meneken surat pernyataan menolak visum. Menganggap sebagai musibah saja. Tadi langsung dibawa ke Masjid Al Jihad untuk dimandikan dan dimakamkan,” kata salah satu anggota Polsek Banjarmasin Utara. (lan/fud/ema)