BANJARBARU - Meski masih banyak persyaratan bagi masyarakat yang ingin bepergian menggunakan pesawat terbang, namun Bandara Internasional Syamsudin Noor mencatat selama September 2021 jumlah penumpang yang mereka layani meningkat siginifikan.

Stakeholder Relation Bandara Internasional Syamsudin Noor, Ahmad Zulfian Noor mengatakan, sejak tanggal 1 sampai 29 September ada 74.544 penumpang yang mereka layani. Jumlah ini naik 66,3 persen dibandingkan Agustus. "Karena pada Agustus 2021 penumpang yang tercatat hanya 44.818 orang," katanya.

Dia menyebut, jumlah penumpang yang dilayani selama September, terdiri dari 36.287 penumpang berangkat dan 37.824 penumpang datang. "Jadi lebih banyak kedatangan," sebutnya.

Dengan jumlah itu, Zulfian menuturkan, maka selama September rata-rata di Bandara Syamsudin Noor saban hari ada 1.251 penumpang yang berangkat dan 1.304 penumpang yang datang. "Kalau Agustus, penumpang berangkat sehari rata-rata 19.479 orang. Sementara yang datang,  25.235 orang," tuturnya.

Kenaikan jumlah penumpang sendiri menurutnya karena adanya penyesuaian tarif PCR, dari yang sebelumnya Rp800 ribu hingga jutaan rupiah menjadi maksimal Rp525 ribu. "Juga karena mulai banyaknya masyarakat yang divaksin," ujarnya.

Ditambahkan Zulfian, penumpang yang datang dan berangkat paling banyak tujuan Jakarta dan Surabaya. "Ada yang keperluan pekerjaan. Ada juga karena urusan keluarga," tambahnya.

Sementara itu, GM Garuda Indonesia Banjarmasin, Endy Latief membenarkan ada peningkatan jumlah penumpang. "Ada pergerakan peningkatan penumpang Garuda sekitar 11 persen selama minggu ini, dibandingkan sebelumnya," paparnya.

Selain penumpang, dia menyampaikan bahwa pergerakan kargo yang mereka layani juga mengalami peningkatan. "Kargo naik 23 persen atau rata-rata 3,3 ton per flight," ucapnya.

Kenaikan jumlah penumpang menurut Endy, salah satunya dipengaruhi oleh adanya PON Papua. "Banyak yang berangkat ke sana, dengan penerbangan lanjutan menuju Papua via Jakarta," bebernya.

Selebihnya kata dia, banyak dipengaruhi oleh kegiatan kedinasan pemerintahan dan korporasi. Serta, kegiatan bisnis dan kunjungan keluarga. "Oktober juga akan ada beberapa event nasional yang kemungkinan juga berpengaruh terhadap pergerakan serta peningkatan arus penumpang," katanya.

Dia berharap, penumpang Garuda Indonesia terus tumbuh. Sehingga, rute yang mereka layani bisa bertambah. "Karena saat ini GA terbang hanya untuk tujuan Jakarta," paparnya.

Di sisi lain, Area Manager Lion Air Banjarmasin, Agung Purnama juga menyebut bahwa penumpang yang mereka layani di Bandara Internasional Syamsudin Noor mengalami peningkatan. "Naik sekitar 27 persen," sebutnya.

Dia menuturkan, kenaikan jumlah penumpang terjadi semenjak adanya program free bagasi 20 kilogram Lion Air dan diskon tes PCR seharga Rp380 ribu. "Kami optimis penumpang terus naik, jika banyak fasilitas kesehatan yang memberikan pelayanan PCR untuk memudahkan para calon penumpang," tuturnya.

Lion Air di Bandara Internasional Syamsudin Noor sendiri saat ini melayani penerbangan ke beberapa tujuan. Yakni, Ke Jakarta, Surabaya, Semarang, Balikpapan, Kotabaru dan Batulicin. (ris/by/ran)