BANJARMASIN – Dinas Pendidikan Banjarmasin menggelar rapat bersama Kelompok Kerja Kepala Sekolah (K3S). Di sana diputuskan, Pembelajaran Tatap Muka (PTM) dilanjutkan. Terlepas dari PPKM level 4 yang diperpanjang.

Kepala Disdik Banjarmasin, Totok Agus Daryanto mengatakan, evaluasi PTM sebelumnya tak menemukan penularan COVID-19 di lingkungan sekolah.

“Tidak ada kasus baru di sekolah. Maka PTM kami lanjutkan,” ujarnya kemarin (7/10).

Meski belum semua sekolah menerapkan PTM, SD dan SMP di Banjarmasin sudah mulai dibuka. Kini, PTM menjadi pilihan belajar di tengah pandemi selain Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ).

“Boleh PTM, boleh tidak. Karena masih level 4. Berbeda misalkan Banjarmasin sudah di level 1 atau 2," jelasnya.

Kemudian, ada target lain yang hendak dicapai Disdik. Sambil PTM berjalan, Dinas Kesehatan Banjarmasin akan menggelar vaksinasi pelajar.

Saat ini, capaian vaksinasi siswa SMP baru 50 persen. Totok berharap, hingga akhir tahun bisa menyentuh angka 70 persen.

Berbeda dengan vaksinasi guru. Untuk pengajar SMP, sudah mencapai 92 persen. Sedangkan di SD sudah 83 persen. “Artinya, baik sekolah negeri atau swasta sudah boleh PTM,” tukasnya.

Lalu, bagaimana dengan vaksinasi murid SD? Menjawab itu, Totok mengakui belum bisa karena masih tahap pendataan. “Mungkin, seusai vaksinasi SMP, baru giliran SD," jelasnya.

Perihal kecenderungan orang tua yang enggan mengizinkan anaknya untuk divaksin, Totok optimis, seiring PTM, orang tua atau wali murid akan kehabisan pilihan.

Pada akhirnya, semuanya akan divaksin. “Saat PTM, siswa juga diberikan edukasi tentang pentingnya vaksinasi. Meskipun sampai sekarang vaksin belum menjadi kewajiban,” tuntasnya. (war/at/fud)