BANJARBARU - Jika selama ini disebut target cakupan vaksinasi untuk mencapai herd immunity (kekebalan kelompok) disebut 70-80 persen populasi, ternyata menurut Koordinator Tim Surveilens Epidemiologi Penanggulangan Wabah Corona Virus Disease Dinas Kesehatan Kota Banjarbaru, Edi Sampana, untuk kasus Covid-19 harus 100 persen.

“Jadi begini, kalau virus/bakteri penyebab penyakit tidak bermutasi, biasanya herd immunity tercapai kalau sudah 70 persen penduduk punya antibodi spesifik. Nah, untuk Covid-19 ini ada berbagai pendapat tentang herd immunity," terangnya.

Dari pengetahuannya ada sejumlah pendapat menyatakan jika herd immunity tidak akan tercapai, dikarenakan virus Covid-19 terus bermutasi. "Melihat hal inilah maka target kita sekarang secepatnya memvaksinasi seluruh 100 penduduk yang menjadi target vaksin, karena ada beberapa persen penduduk yang diberi vaksin tadi tidak membentuk antibodi spesifik," tuntasnya.

Untuk Kota Banjarbaru sendiri, ia menghitung berdasarkan capaian vaksinasi sampai 8 Oktober 2021, untuk tahap satu di angka 48,47 persen atau 94.580 orang yang sudah disuntik. Untuk dosis kedua 30,66 persen atau setara dengan 59.818 orang. Jika dirata-ratakan, progres harian cakupan vaksinasi 0,5 persen.

“Per hari rata-rata orang yang divaksin 1200-1700 orang untuk dosis pertama. Sedangkan dosis kedua masih 300-600 orang perhari,” terangnya.

Melihat pergerakan ini kemajuan 0,5 persen per hari tersebut, Edi memprediksi Banjarbaru sudah bisa sampai di angka 50 persen pada 10 Oktober besok. Dan 102 hari lagi (Januari 2022, Red) akan mencapai cakupan 100 persen.

"Jadi kemampuan daerah dalam vaksinasi, percepatan dan cakupan ini juga sangat dipengaruhi oleh distribusi vaksin dari pusat ke daerah," katanya.

Edi misalnya mencontohkan, kini stok vaksin di Banjarbaru tersisa 43 ribu dosis. Sedangkan dari awal program vaksinasi Covid-19 Banjarbaru sudah menerima 175 ribu dosis, sehingga yang sudah disuntikkan mencapai 132 ribu dosis. Sedangkan jumlah penduduk Kota Banjarbaru yang ditarget vaksin mencapai 195 ribu orang dari total penduduk sekitar 250 ribu jiwa. "Sekarang cepat-cepat menghabiskan stok vaksin yang ada. Agar bisa mengajukan dropping lagi stok baru," tambahnya. (rvn/ij/bin)