BARABAI - Guru pendidikan jasmani, olahraga dan kesehatan, Asvianur (43) ditemukan meninggal di rumahnya di Kompleks Murakata, Desa Mandingin, Kecamatan Barabai, Sabtu (9/10) dini hari.

Mayat guru salah satu madrasah di Kabupaten Balangan itu pertama kali ditemukan sang kakak. “Saya curiga dihubungi tidak aktif. Dalam beberapa hari ia tidak berkunjung ke rumah ibu di Kecamatan Batang Alai Utara,” kata kakak korban, Nordin.

Saat didatangi ke rumah, awalnya Nordin mengira Asvianur tidak ada. Karena pintu rumah terkunci. Namun saat melihat dari jendela, motor, helm dan sepatu korban masih berada di dalam. Nordin lantas mengintip ke jendela rumah. Sontak ia kaget melihat adiknya terlentang tak bergerak.

Nordin meminta bantuan warga untuk membuka paksa pintu belakang rumah. “Saat masuk ke dalam, sudah mencium aroma busuk menyengat,” ceritanya.

Setelah melihat lebih dekat, ternyata Asvianur tidak bernyawa. Warga langsung menghubungi aparat kepolisian.

Tim Inafis Polres HST mendatangi lokasi kejadian. Jasad korban langsung dievakuasi ke RS Damanhuri Barabai. Kasat Reskrim HST AKP Antoni Silalahi menjelaskan, kasus temuan mayat ini masih didalami. “Jasad korban akan divisum,” ucapnya.

Dari cerita sang kakak, korban memang memiliki riwayat penyakit maag. Akhir-akhir tadi sempat mengeluh pusing dan sakit perut. Namun pihak kepolisian masih menunggu hasil visum et repertum untuk memastikan dugaan ini.

“Polisi perlu melakukan serangkaian tes kepada jasad korban. Tunggu saja hasilnya,” pungkasnya. (mal)