BANJARMASIN – Musyawarah daerah (Musda) Partai Demokrat (PD) Kalsel baru digelar tahun depan. Tapi bursa calon ketua pengurus sudah terdengar. Salah satunya Wali Kota Banjarmasin, Ibnu Sina.

Pernah menjabat sebagai Ketua DPW Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Kalsel, Ibnu berpisah dengan partai itu pada Pilkada 2020 kemarin.

Lantaran PKS lebih memilih mengusung calon lain. Pindah ke PD, jadi Ibnu terbilang “kader muda” di partai bentukan Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) tersebut.

Tapi Ibnu digadang-gadang sebagai lawan yang sepadan untuk calon petahana, Rusian.

Persaingan kedua tokoh ini tak dibantah Ketua Badan Pembinaan Organisasi, Kaderisasi dan Keanggotan Demokrat Kalsel, Aminudin Azis.

“Memang yang santer terdengar, selain petahana H Rusian, juga kader baru Ibnu Sina,” ujarnya kemarin (10/10).

Beberapa bulan sempat muncul nama lain. Yakni Aulia Oktafiandi yang sekarang menjabat Bupati Hulu Sungai Tengah (HST). Tapi nama Aulia keburu meredup.

Secara aturan, memang tak harus kader lama. Kader baru pun boleh mencalonkan diri. Yang penting memiliki kartu tanda anggota (KTA) partai.

Lalu, mengantongi dukungan minimal 16 suara sah. Dari dewan pengurus di 13 kabupaten dan kota, satu suara dari DPD, satu suara dari DPP, plus satu suara dari organisasi sayap partai.

Dalam AD-ART yang lama, ketua bisa dipilih dengan suara terbanyak di musda. Tapi dalam aturan baru, calon harus mengajukan diri ke pusat, kemudian diseleksi.

“Jadi sekarang yang menentukan siapa ketuanya adalah pusat,” jelas Aminudin.

Apakah arah dukungan DPC sudah terlihat? Menurutnya, masih banyak waktu untuk menentukan pilihan. “Dinamikanya masih berjalan, mungkin pada menit terakhir baru terlihat,” tukasnya.

Tentu saja, semua kader berharap, ketua terpilih bisa menaikkan jumlah perolehan kursi Demokrat di pemilu berikutnya.

Sebelumnya, Ketua DPD Partai Demokrat Kalsel, Rusian mengatakan adalah wajar bila Ibnu Sina juga mencalonkan diri.

Perihal dirinya, ia mengaku terus mendekati pengurus-pengurus di kabupaten dan kota. Tapi ia enggan gembar-gembor, daerah mana saja yang telah menyatakan dukungan kepadanya.

“Sementara ini sudah mencukup syarat 30 persen suara sah,” klaim mantan Ketua DPRD Banjarmasin tersebut. (gmp/jy/fud)