BANJARMASIN – Angka kasus COVID-19 memang sudah melandai. Tapi gedung karantina di Jalan Batu Besar tak lantas ditutup.

Fasilitas isolasi terpadu (isoter) itu tetap dibutuhkan untuk pasien corona tak bergejala yang kesulitan isolasi mandiri (isoman) di rumahnya sendiri.

Kepala Dinas Kesehatan Banjarmasin, Machli Riyadi mengatakan, melandai dan melonjaknya kasus corona sulit untuk diprediksi.

“Pengalaman yang dulu, saat gelombang pertama berakhir, dikira sudah aman. Semua nyaman dan tenang. Eh ternyata ada lagi serangan gelombang kedua,” ujarnya.

Sementara itu, koordinator perawat isoter, Irwandi menyatakan, fasilitas itu sudah kosong dari pasien. “Tapi petugas kami masih berjaga,” ujarnya.

Pelandaian itu dikonfirmasi data per tanggal 9 Oktober. Di mana hanya tersisa 18 kasus aktif. Rinciannya, tujuh orang sedang isoman di rumah dan 11 orang dirawat di rumah sakit.

Fasilitas di Teluk Dalam, Banjarmasin Tengah itu merupakan bekas balai latihan kerja milik Kementerian Sosial. Isoter itu bisa menampung hingga 80 orang. (war/jy/fud)