BANJARBARU - Meski sudah diperkenankan  menggelar pembelajaran tatap muka (PTM) sejak Senin (4/10) tadi, namun hingga kini SMA dan SMK piloting di Banjarbaru belum juga membuka sekolah.

SMAN 2 Banjarbaru misalnya, kemarin (11/10) tampak masih sepi. Belum ada aktivitas belajar mengajar di sekolah yang menjadi salah satu percontohan PTM di Banjarbaru ini.

Kepala SMAN 2 Banjarbaru, Eksan Wasesa mengatakan, sekolah belum mereka buka lantaran sejumlah siswa baru menjalani vaksinasi Covid-19. "Siswa yang baru divaksin istirahat dulu. Mungkin, Senin (18/10) depan sekolah baru dibuka," katanya.

Terkait kesiapan PTM, dia memastikan sekolah sudah siap melaksanakannya. Karena semua fasilitas protokol kesehatan sudah terpenuhi. "Tempat cuci tangan sudah tersedia di beberapa titik. Alat pengukur suhu tubuh juga ada," paparnya.

Sementara itu, sekolah piloting PTM lainnya: SMKN 2 Banjarbaru juga berencana membuka sekolah mulai Senin (18/10) nanti. "Karena besok (hari ini) siswa mau divaksin dulu," ujar Kepala SMKN 2 Banjarbaru, Suyani.

Dia menuturkan, untuk melaksanakan PTM mereka tinggal menunggu para siswa sudah divaksin. "Sedangkan untuk syarat prokes semua sudah terpenuhi," tuturnya.

Di sisi lain, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kalsel, M Yusuf Effendi menyampaikan bahwa pelaksanaan PTM tergantung kesiapan sekolah masing-masing. "Jadi mereka yang tahu, sudah siap atau belum," ucapnya.

Pihaknya, kata Yusuf tidak menargetkan semua sekolah harus sudah melaksanakan PTM. "Yang penting mereka sudah siap. Tidak harus dipaksakan," katanya.

Diungkapkannya, ada 30 sekolah yang menjadi piloting pelaksaan PTM.  PTM di 30 sekolah tersebut  akan dievalusi setelah satu bulan pelaksanaannya. "Dievaluasi dulu apakah ada penularan covid atau seperti apa. Tapi mudah-mudahan tidak terjadi apa-apa," imbuhnya.

Jika berjalan dengan baik atau tidak terjadi kluster penularan virus corona di lingkungan sekolah, maka kegiatan PTM juga akan dilaksanakan di sekolah lain. "Kita lihat dulu yang ada ini, jika tidak terjadi apa-apa kita persilakan lagi sekolah lain buka pada gelombang kedua," tambah Yusuf. (ris/by/ran)