BANJARMASIN - Jika KPU Kalsel diperkirakan menyisakan anggaran selama pelaksanaan Pilgub Kalsel sebesar Rp5 miliar. Berbeda dengan Bawaslu Kalsel. Perkiraanya hanya Rp2,3 miliar lebih.

Bawaslu Kalsel sendiri mendapat suntikan dana hibah lebih kecil dibandingkan dengan KPU. Jika KPU Kalsel disokong Rp160 miliar. Bawaslu tak sampai setengahnya. Nilai dana hibah yang diterima hanya Rp60 miliar.

Dana hibah itu naik dibandingkan pada pelaksanaan Pilkada 2015 lalu. Kala itu Bawaslu Kalsel hanya mendapat suntikan dana sebesar Rp30 miliar. “Masih ada sisa, sekarang masih dalam tahap rekapitulasi,” ujar Kepala Sekretariat Bawaslu Kalsel, Teuku Dahsya Kusuma Putra kemarin.

Dari total dana hibah yang diterima Bawaslu Kalsel sebesar Rp60 miliar dari pemprov, sampai September tadi, sudah terserap Rp57,6 miliar lebih. “Untuk bulan Oktober masih kami input. Sampai bulan lalu tersisa sebesar Rp2,3 miliar,” imbuhnya.

Dari serapan sebesar Rp57,6 miliar, diungkapkan Dahsya, paling banyak dihabiskan di bidang hukum dan pengawasan. Persentasenya mencapai 29,6 persen. Maklum, dua divisi ini paling banyak melakukan kegiatan.

Contohnya di divisi hukum, laporan demi laporan saat Pilgub lalu, baik sebelum maupun sesudah pemungutan suara 9 Juni 2020 lalu, sangat banyak yang masuk. Belum lagi, adanya sengketa perselisihan hasil pemilihan di MK. Di divisi pengawasan yang menjadi denyut nadi Bawaslu pun demikian.

 Dahsya mengaku sudah memprediksi bakal ada kelebihan anggaran. Pasalnya, di penyusunan anggaran ada dana cadangan untuk menghindari kejadian atau hal yang memerlukan anggaran tak terduga. “Kalau kami paskan, takutnya malah kurang. Bisa-bisa kerepotan,” tukasnya.

Dia memastikan, anggaran lebih pelaksanaan Pilkada ini akan dikembalikan ke kas daerah sesuai aturan. “Kami pastikan sisa anggaran akan dikembalikan utuh sesuai aturan,” janjinya.

Pada pelaksanaan PSU 9 Juni lalu, Bawaslu sendiri tak meminta dana tambahan ke pemprov. Pasalnya ketika itu masih tersisa dana lebih sekitar Rp5 Miliar.  Sebelumnya, dana hibah yang mereka terima untuk pelaksanaan Pilgub 2020 nilainya sebesar Rp150 miliar. (mof/by/ran)