BANJARMASIN  - Rektor Universitas Negeri Islam (UIN) Antasari Banjarmasin periode 2021-2025 bakal segera diketahui. Diprediksi, pada bulan Oktober 2021 ini Kementerian Agama (Kemenag) RI sudah mengumumkan.

"Prediksinya dalam bulan ini," ungkap Sub Koordinator Humas UIN Antasari Banjarmasin, Ali Akbar, Selasa (12/10) siang.

Setelah Surat Keputusan (SK) dari Menteri Agama terbit, satu dari tiga kandidat  yang terpilih akan segera dilantik dan diambil sumpah jabatan di Jakarta. "Menag punya hak prerogatif untuk memilih satu di antara tiga nama yang sudah dikirim,” ujarnya.

Dalam pemilihan kali ini,  ada tiga nama tokoh yang bersaing untuk menempati posisi Rektor UIN Banjarmasin. Mereka merupakan guru besar di kampus yang berdiri sejak tahun 1964 silam itu.

Kandidat pertama adalah Prof Mahyuddin. Selanjutnya guru besar Fakultas Syariah, Prof HM Fahmi Al Amruzi. Terakhir, Prof H Mujiburrahman, petahana yang kini menjabat sebagai Rektor UIN Antasari.

Ali Akbar menjelaskan, tiga kandidat tersebut sudah ditetapkan berdasarkan surat  Nomor: 03/Un.14/I.3/Ks.02/07/2021 tentang Nama-Nama Bakal Calon Rektor UIN Antasari Banjarmasin Masa Jabatan 2021-2025. Surat tersebut diteken ketua panitia, H Amal Fathullah. "Ketiga guru besar itu sudah memenuhi syarat lolos seleksi verifikasi," ucapnya.

Semua ketentuan tersebut, diatur sesuai Peraturan Menteri Agama RI Nomor 68 Tahun 2015 tentang Pengangkatan dan Pemberhentian Rektor. Serta,  Keputusan Direktur Jenderal Pendidikan Islam Kemenag RI Nomor 7293 Tahun 2015 tentang Pedoman Penjaringan, Pemberian Pertimbangan dan Penyeleksian Rektor/Ketua Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri Pada Kementerian Agama.

Dari ketiga nama calon tersebut, lanjutnya, nanti akan diseleksi pusat. Hasilnya Menag RI yang akan menentukan siapa yang terpilih sebagai rektor. (gmp)