BANJARBARU - Rombongan Komisi II DPRD Banjarbaru menyambangi Pasar Bauntung Banjarbaru kemarin (11/10) siang. Ada sejumlah catatan yang dikantongi rombongan legislatif ketika bertandang ke pasar.

Salah satu yang jadi catatan utama dewan yakni adanya aspirasi pedagang. Aspirasi ini berupa permintaan peninjauan ulang soal nominal retribusi yang harus dibayar pedagang di tahun 2022 mendatang sebagaimana tercantum dalam Perda No 5 tahun 2021.

Ketua Komisi II DPRD Banjarbaru, Syamsuri menyebutkan jika sejumlah pedagang meminta ada pengurangan harga sewa sampai separo.

"Ini khususnya pedagang yang menyewa toko, mereka minta ada pertimbangan agar ada keringanan retribusi. Alasan pedagang karena retribusi yang ada cukup memberatkan sebab pasar masih sepi," katanya.

Ihwal permohonan ini, Syamsuri menjawab jika pihaknya menyerahkan kebijakannya kepada Pemko Banjarbaru. Sebab, secara Perda menurutnya sukar bisa direvisi lantaran Perda yang ada baru saja disahkan.

"Perda ini baru lahir, belum berumur setahun. Kami tidak bisa mengubah Perda, yang bisa menangkap aspirasi adalah wali kota, nah mungkin kepala daerah bisa menerbitkan kebijakan dengan skema tertentu terkait retribusi tersebut karena relaksasi sebenarnya sudah diberikan sampai akhir tahun 2021 ini," jelasnya.

Sementara, Kepala UPT Pasar Bauntung Banjarbaru, Adi Royan tak menampik terkait aspirasi sejumlah pedagang ini. Namun menurutnya, hal ini tak bisa diputuskannya secara dini mengingat menyangkut aturan dan kebijakan kepala daerah.

"Tidak bisa memutuskan hari ini, kami harus berkoordinasi. Yang jelas ini kan sudah ada Perdanya, jadi harus melalui Perda yang ada. Kemudian apabila ada penurunan tentu juga harus kebijakan dari wali kota," kata Adi.

Dalam waktu dekat, Adi sendiri mengucapkan akan lebih fokus pada bagaimana membuat pasar jadi lebih ramai. Sebab hal ini katanya yang sebenarnya juga faktor dari adanya permintaan pedagang meminta penurunan tarif retribusi.

"Sesuai arahan dari Komisi II bahwa agar ada peningkatan dan membenai sarpras, baik dari kebersihan, kenyamanan dan keamanan. Hal ini tentu kita yakini dapat turut meningkatkan kunjungan ke pasar juga," tuntasnya. (rvn/ij/bin)