BANJARBARU - Sepekan silam, tepatnya Ahad (10/10) dinihari, Gang Purnama 1 Kelurahan Komet Banjarbaru, kawasan padat kos-kosan mahasiswa di seberang Kampus ULM Banjarbaru ini, sempat dihebohkan dengan kasus penjambretan dengan korban seorang mahasiswi.

Usai dilakukan penyelidikan oleh aparat, pelaku jambret akhirnya berhasil dicokok pada Rabu (13/10). Selain pelaku jambret, aparat turut meringkus pelaku lainnya yang berperan sebagai penadah barang curian.

Kapolres Banjarbaru, AKBP Nur Khamid melalui Kasi Humas Polres Banjarbaru, AKP Tajuddin Noor membenarkan penangkapan ini. Kedua pelaku yang ditangkap diketahui bernama Khairil Anwar (pelaku jambret) dan Hafid (penadah).

Secara kronologis, kejadian ini cerita Tajuddin terjadi dini hari sekira pukul 02.30 Wita. Saat itu, korban yang datang dari sebuah ATM dijambret pelaku ketika ingin pulang ke indekosnya di Gang Purnama 1.

Ketika dijambret, korban terang Tajuddin sempat mendapat pengancaman. Tak main-main, pelaku menodongkan senjata tajam agar korban menyerahkan gawainya.

"Pelaku sempat menawarkan ingin mengantar pulang, namun korban menolak. Tak berselang lama pelaku mengancam dengan pisau dan meminta handphone korban. Korban sempat melawan agar gawainya tidak dirampas, tapi nihil dan korban juga menderita luka di bagian pipi akibat tarik menarik sampai keduanya sama-sama terjatuh," katanya.

Usai gawai korban berhasil dirampas, pelaku langsung kabur dan meninggalkan korban. Selepas kejadian, korban segera melaporkan aksinya ke pihak kepolisian dengan laporan tindak pidana penjambretan atau pencurian dengan kekerasan.

"Tim melakukan penyelidikan dan mendapati informasi bahwa handphone milik korban ada yang berniat menjual di wilayah Pengaron Kabupaten Banjar. Setelah dicek dan berkoordinasi dengan Polres Banjar, ternyata itu adalah pelaku penadah dan langsung diamankan," ungkapnya.

Dari penangkapan penadah ini akhirnya pelaku utama penjambretan berhasil diringkus di wilayah Astambul Kabupaten Banjar. Saat diinterogasi, pelaku rupanya berstatus residivis atas kasus serupa.

"Pelaku mengakui sudah melakukan aksi jambret sebanyak empat kali yakni di Gunung Kupang, Perkantoran Gubernur, Sungai Tiung dan terakhir di Gang Purnama. Alasan pelaku untuk memenuhi kehidupan sehari-hari," tuntas Tajuddin. (rvn/ij/bin)