TANBU - Penambangan batu bara ilegal kembali marak terjadi. Hal ini diduga dampak dari melonjaknya harga emas hitam ini.  Kondisi ini ternyata menjadi perhatian Polri. Bahkan mereka sampai menurunkan personel dari Bareskrim ke Tanah Bumbu (Tanbu).

Salah satu titik yang didatangi para penyidik adalah aksi tambang ilegal yang terjadi di lahan IUP OP PT Anzawara Satria di Desa Bunati, Kecamatan Angsana. Korps baju cokelat ini pun memasang garis polisi di sepuluh lokasi tambang ilegal pada Kamis (13/10).

"Pemasangan lokasi tambang dari Bareskrim, kita hanya mendampingi," kata Kabid Humas Polda Kalsel, Kombes Pol Mochamad Rifai, Senin (18/10).

Mengenai penyebabnya, Rifai belum bisa menjelaskan secara detail, sebab penangananya langsung dari Mabes. Namun ia berjanji akan menyampaikan kepada awak media jika sudah ada perkembangan.

"Nanti akan kami sampaikan, jika sudah dapat informasi lengkapnya," ucapnya.

Sementara pihak Manager External Relation PT Anzawara Satria, Emma Rivilla tak menampik adanya petugas dari Bareskrim ke lokasi tambang. Ia pun mengaku dimintai keterangan terkait aksi penambangan ilegal yang terjadi.

"Kami bertiga dimintai keterangan oleh penyidik dari Bareskrim," ujarnya.

Ia menduga, kedatangan para penyidik tersebut merupakan tindak lanjut dari laporan yang dikirimkan kepada Kapolri pada tanggal 15 September 2021 lalu, tentang adanya penambangan liar yang terjadi di lahan perusahaan PT Anzawara Satria.

"Laporan kami tampaknya ditindaklanjuti. Makanya ada dari Bareskrim yang datang ke lokasi tambang," ucapnya.

Ia berharap, Bareskrim serius mengusut tambang ilegal yang merugikan negara dari sektor pajak dan merusak lingkungan ini. "Semoga tidak ada lagi penambang liar yang terjadi di sini," harap Emma. (gmp)