BARABAI - Ruang narapidana di Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas II B Barabai digeledah Satuan Operasional Kepatuhan Internal, Senin (18/10) sekira pukul 20.30 Wita. Barang terlarang seperti pisau kater, korek api, paralon, hingga batu, ditemukan petugas dalam razia tersebut.

Kepala Kantor Wilayah Kemenkumham Kalsel Tejo Harwanto mengatakan, inspeksi mendadak ini untuk menjawab isu tak sedap yang beredar di masyarakat. Misalnya ada barang yang berpotensi memicu konflik antar napi hingga peredaran narkoba.

“Kita mendeteksi sejak dini, untuk meningkatkan kewaspadaan, agar keamanan di dalam rutan terjaga,” katanya usai memimpin giat.

Selain itu, petugas juga melakukan tes urine kepada 10 narapidana dan 10 petugas lapas. Hal ini untuk memastikan jika penghuni lapas bersih dari narkoba. “Hasilnya semua negatif,” lanjutnya.

Soal temuan barang terlarang,  Kepala Rutan Barabai Gusti Iskandarsyah menyatakan akan dimusnahkan. Rincian barang yang diamankan, 5 pisau kater, 34 korek api, 22 botol kaca parfum, 7 alat cukur jenggot, 13 sikat gigi, 8 sendok garpu, 5 biji batu, 2 gasper, 12 paku, 8 silet, 3 cermin, dan dua senter.

“Sebagai tindak lanjut temuan ini,  kita akan periksa siapa pemilik barang, dan akan diberi sanksi,” tegasnya.

Gusti menegaskan, jika para napi melakukan pelanggaran berat seperti membawa telepon genggam dan memakai narkoba maka hak-hak napi tersebut akan dicabut. “Seperti hak remisi, integritas, dan pembebasan bersyarat,” tandasnya.

Jumlah penghuni Rutan Barabai tercatat ada 241 orang. Sayangnya dalam razia tersebut, tahanan perempuan tidak diperiksa. Kemudian tak semua tahanan dites urine, hanya diambil sampel saja.

Razia ini melibatkan petugas gabungan. Mulai dari Kanwil Kemenkumham Kalsel, Karutan di Banua Enam, BNNK Balangan, Polres HST, Kodim 1002/HST, dan Satpol PP HST. (mal)