BANJARMASIN – Menatap gelaran pesta akbar Pemilu 2024, Partai Keadilan Sejahtera (PKS) tengah berupaya menggaet amunisi baru untuk berkontestasi dan berjuang bersama menyejahterakan masyarakat.

Salah satunya seperti yang digelar Dewan Pimpinan Wilayah Partai Keadilan Sejahtera (DPW PKS) Kalsel. Parpol ini melakukan kegiatan pendidikan dan pelantikan kader pelopor terhadap puluhan kader barunya se Kalsel.

“Ada 70 orang yang kita lantik dan diberikan pendidikan politik pada hari ini,” ungkap Ketua DPW Ja’far di sela-sela acara, Rabu (20/10) siang.

Kader pelopor ini nanti yang akan menjadi motor penggerak partai menuju kemenangan. Mereka bisa berkontribusi di tengah masyarakat. Hal itu bisa menarik simpati, efeknya, masyarakat yang melihat tentu akan memberikan dukungan kepada PKS baik di Pileg maupun Pilkada.

"Mereka bisa menjadi pelopor, dan terdepan dalam berkontribusi untuk partai," harapnya.

Ia mahfum, laju politik dan kaderisasi masih belum seimbang. Meski sudah banyak kader PKS yang duduk di parlemen, bahkan ada yang menjadi bupati, namun belum ditopang dengan kader yang cukup.  Tak dipungkiri salah satu penyebabnya perpecahan dalam tubuh partai menjadi salah satu penyebabnya, sehingga banyak kader yang keluar.

Makanya, hal itu harus segera ditutupi. Caranya, dengan mencari kader-kader baru.  Meski tidak mudah, namun dengan kerja keras dan kerja sama yang baik pasti bisa terwujud.

Dalam membangun tim work parpol yang kuat, menurut Ja’far, kita bisa meniru yang dilakukan Nabi Muhammad SAW. Di mana Nabi didukung empat orang sahabatnya yang luar biasa, yakni Abu Bakar As Siddiq, Umar bin Khattab, Usman bin Affan, dan Ali bin Abi Thalib.

Keempatnya memiliki karakter dan kemampuan yang berbeda-beda. Abu Bakar As Siddiq seorang yang jujur. Umar bin Khattab memiliki sifat pemberani dan otak yang cerdas. Usman bin Affan sebagai orang yang pendiam, berbudi pekerti dan kaya raya.  Sedangkan Ali bin Abi Thalib memiliki keberanian yang luar biasa.

“Saya yakin di Kalsel ada karakter sekelas sahabat nabi, kita berharap PKS bisa ditopang empat karakter sahabat Nabi. Sebab kita ingin PKS di Kalsel berkembang dan maju,” jelasnya.

Ketua Bidang Kaderisasi DPW PKS Kalsel, Lugiarto mengatakan, proses seleksi kader pelopor dilakukan sejak Januari-Juni 2021. "Mereka ini adalah hasil dari seleksi," katanya.

Dijelaskan, sesuai aturan, sebuah organisasi politik harus melakukan kaderisasi secara berjenjang dan berkelanjutan. Agar melaksanakan tugas bersama PKS ke depan.

"Mereka harus bersiap melaksanakan tugas semaksimal mungkin bersama PKS untuk mewujudkan partai Islam yang rahmatanlillalamin," cetus Lugiarto.

Salah satu peserta, Amah, mengatakan senang sudah menjadi bagian dari PKS Kalsel. Selain bisa menambah ilmu, sekaligus mengabdikan diri untuk masyarakat dan agama.

"Bisa belajar banyak, tentang politik. Semoga bisa bermanfaat bagi diri sendiri dan juga masyarakat," tuturnya. (gmp)